PGSI (Persatuan Guru Swasta Indonesia) Klaten Bulat Dukung ABY - HJT

PGSI Klaten Merapat dukung Paslon nomer 3 ABY-HJT
Mattanews.com|| Klaten – 4 hari menjelang pelaksanaan Pilkada Klaten 9 Desember 2020, dukungan kembali datang untuk paslon nomor urut 3 Arif Budiyono – Harjanta (ABY-HJT). Sabtu siang (4/12) Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) Klaten membacakan ikrar dukungan politiknya kepada paslon nomor urut 3 ABY-HJT. Dukungan yang dilakukan disalah satu rumah makan di Klaten Utara tersebut disusul dengan dukungan serupa oleh para penyandang Disabilitas se wilayah exs kawedanan Pedan di Munggung, Karangdowo Klaten Jawa Tengah. 

Dalam sambutannya mewakili ketua PGSI Klaten yang berhalangan hadir, Handoko selaku wakil ketua menyampaikan, dukungan kepada paslon nomor urut 3 ABY-HJT, dilator belakangi beberapa alasan antara lain, memandang serta menilai sosok ABY-HJT dengan larang belakang pendidikan tinggi dan pengalaman serta visi misi yang jelas, sangat mungkin dapat mengangkat dunia pendidikan di Klaten, khususnya swasta yang selama ini selalu menjadi anak tiri pemerintah daerah. 

Alasan lain menurut Handoko, tidak adanya perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan swasta di Klaten, khususnya para guru tenaga pengajar, sehingga sampai saat ini hampir semua guru swasta hanya menerima honor dibawah UMR (Upah Minimum Regional) Klaten.

” Kami para guru swasta di Klaten yang tergabung dalam wadah PGSI, menyatakan sikap mendukung paslon nomor urut 3 ABY-HJT dalam Pilkada Klaten. Harapan kami semoga dengan kemenangan beliau berdua, dunia pendidikan di Klaten khususnya kesejahteraan para guru swasta lebih terjamin dan diperhatikan”, tegasnya.   

Sementara Sekretaris PGSI Klaten Sutrisno menegatakan sat ini ada sekitar 900 tenaga pengajar/guru swasta di Klaten mulai dari guru, Paud,TK,SD,SMP dan SLA. Sedang honor mengajar mereka setiap bulannya jauh dari kata cukup karena rata rata hanya berkisar Rp 300 ribu/bulan.

Untuk guru swasta SD rata-rata hanya menerima Rp 300.000/bulan. Sedang guru SMP sekitar Rp 500.000/bulan. Untuk tingkat SLTA berkisar Rp 700.000/bulan. Bagi guru yang sudah melakukan sertifikasi atau tetap, ada tambahan. Namun bagi yang tidak jumlah tersebut sudah final.

“ Anda bisa bayangkan mas, kita selaku guru yang berada di garda terdepan dalam mendidik anak anak generasi penerus bangsa hanya menerima honor segitu. Untuk beli bensin saja tidak cukup. Tapi itulah kenyataan yang kita alami selama bertahun tahun menjadi guru swasta di Klaten. Maka kami PGSI Klaten sangat berharap banyak pasangan ABY-HJT menang dalam Pilkada agar bisa memperhatikan nasib kami dan pendidikan swasta di Klaten. Apalagi beliau seorang sarjana pendidikan”, terangnya.

HJT dan istri, bersama penyandang difabel Klaten.
Sementara di Munggung Karangdowo Klaten paslon ABY-HJT juga mendapat dukungan para difabel se wilayah exs Kawedanan Pedan.Sedikitnya perwak8ilan 150 penyandang difabel datang dan meneyatakan sikap politiknya untuk ABY-HJT. 

Dalam kesempatan tersebut ABY berjanji akan lebih memperhatikan para difabel, baik dalam hal pendidikan, ketrampilan serta pengetahuan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para disabilitas. " Nanti kita akan lebih memperhatikan dunia mereka, baik disektor pendidikan, UMKM serta pengetahuahn lainnya, dengan harapan bisa menjadi bekal mereka berusaha, agar dapat hidup lebih mandiri dan sejahtera", ujar ABY.    

Sedang Harjanta dalam sambutannya dihadapan sekitar 50 perwakilan pengurus PGSI Klaten mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi dukungan dari para guru swasta yang tergabung dalam wadah PGSI. Dirinya bersama pak Arif Budiyono berjanji jika diberi amanah untuk memimpin Klaten, akan memperhatikan dunia pendidikan Klaten, seperti isalnya pendiddikan gratis, termasuk tingkat kesejahteraan para guru swasta.

“Saya mohon doanya agar bisa memenangkan Pilkada ini. Insya Alloh jika saya dan pak ABY diberi amanah untuk memimpin Klaten, dunia pendidikan tingkat SMP,SD kita gratiskan. Dan honor guru swasta kita naikkan minimal sesuai UMR Klaten”, tegasnya. (Mamby Alice)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...