Petugas Akhirnya Sita 25 Motor pelaku Kampanye Salah Satu Paslon.

Mattanews.com -  Klaten Meski sudah ada larangan pelaksanaan kampanye dengan konvoi keliling jalan raya, namun masih ada warga yang nekat kampanye dengan motor brong. Massa adari salah satu pendukung paslon ini putar putar dibeberapa daerah perkotaan dengan kenalpot bolong,sehingga sangat meresahkan warga. Walau agak terlambat petugas akhirnya melakukan tindakan dan berhasil mengamankan sekitar 25 motor yang diamankan petugas, 13 diantaranya ditinggal oleh pemiliknya.

Petugas sita motor peserta kampanye di Klaten 
Satu persatu, konvoi dengan motor brong digiring dan diamankan oleh petugas, bagi kendaraan yang tidak sesuai standar, langsung ditilang. setidaknya ada 12 motor yang langsung ditindak dengan pemberian suart tilang. namun ada 13 kendaraan lainnya yang tak bertuan, karena ditinggal kabur oleh para pengendaranya. selain menggunakan sepeda motor brong, banyak penegndara yang tidak menggunakan helm dan tidak membawa surat kendaraan bermotor.

Kasatlantas polres klaten,AKP Bobby Anugerah Rahman mengatakan, setidaknya ada lima titik lokasi penindakan nyang dilakukan petugas, yaitu dikecamatan Bayat, kecamatan Pedan, kecamatan Wedi, kecamatan Cawas,dan kecamatan Trucuk.

 “penindakan ini akan terus kami lakukan,  terutama saat kampanye dengan motor brong, sehingga tidak mengganggu kenyamanan warga yang lainnya” kata Bobby.

Sementara, jika pemilik motor akan mengambil motornya kembali, maka pemilik motor diwajibkan untuk melengkapi kembali motor, sesuai standar kendaraan bermotor.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu massa pendukung dari salah satu paslon tertentu melakukan aksi kampanye dengan melakukan konvoi dengan kendaraan berkenalpot bolong. Selain meresahkan dan mengganggu warga, banyak masyarakat yang menyayangkan sikap Bawaslu serta aparat penegak hukum yang terlambat melakukan antisipasi dan pencegahan.

“ Suara bising kendaraan mengganggu warga mas. Apa meraka tidak tahu jika KPU melarang kampanye terbuka dengan konvoi kendaraan, apalagi dilakukan ditengah masa pandemik yang jelas melanggar protocol kesehatan. (jagad).

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...