Wisata Kuliner Sego Wiwit Ndalem Tani Janti Klaten, Mak nyus......

Museum tani dalem Tani Janti Klaten
Mattanews.com Klaten –  Kabar gembira bagi parta penikmat kuliner serta keluarga yang suka menikmati pemandangan alam bebas yang masih hijau dan alami. Karena di Klaten saat ini telah hadir sebuah pusat kuliner bernuansa tradisional yang mengedepankan suasana pertanian sebagai latar belakang pemandangan dan pengirim anda menikmati makanan jajanan tradisional jaman dulu.

Ya Ndalem Tani yang berada di desa Janti, Kecamatan Polanaharjo, Klaten Jawa Tengah memang merupakan tempat yang sangat direkomendasikan untuk kita dan keluarga jika ingin memanjakan lidah dengan menu lezat ala nenek moyang. Dengan menu andalan seperti sego wiwit, sego werno telu yang terdirti dari sego putih,, sego tiwul serta nasi kuning, nasi midodareni dan lainnya ditambah minuman aberas kencur, kunir asem, memang kuliner yang satu ini jauh berbeda dentgan kuliner lain yang ada di Klaten.

Sejuk, indah, tenang dan nyaman itulah kesan pertama yang kita dapatklan saat kaki ini melangkah memasuki obyek wisata kuliner yang satu ini. nDalem Tani sebuah obyek wisata kuliner yang berada di desa Janti, kecamatan Polanhardjo Klaten Jawa Tengah, memang memiliki nuasa serta sajian berbeda dibanding dengan kuliner lain yang ada di Klaten.

Mengedepankan alam sebagai latar belakang dan pertanian sebagai suguhan utama, resto wisata kuliner yang berada sekitar 13 kilometer utara Kota Klaten memang tampil beda dengan lainnya. Kesan kita makan ditengah hamparan sawah yang subur dan bebas yang alami sangat kita dapatkan disini.

Rombongan tamu luar kota saat cicipi sego wiwit
Mengusung konsep njawani di Klaten, dengan menu andalam sego wiwit dengan aneka lauk seperti gudangan, gereh petek, sambal bubuk dele, sego telung warno dan sego midodareni, dengan aneka lauk pauk seperti tempe bacem, karak, ingkung ayam tradisional ala kondangan, serta minuman beras kencur, kunir asem, kita akan diingatakan pada saat kita masih kecil suka ikut acara wiwitan atau nyajeni di sawah.

" Kita memang menampilkan konsep kuliner yang berebeda. Sesuai namanya Ndalem Tani, di resto ini kita akan mengajak pengunjung menikmati makanan ala tempo dulu sambil melihat keindahan alam dan lahan sawah yang subur dan alami. Konsep kita adalah kuliner beredukasi pertanian. Tema itu kita ambil karena selama ini Klaten dikenal sebagai gudang beras enak, lumbung padinya jawa tengah.”, ujar Budiyanto atau akrab dipanggil Kuntoro (47) selaku owner didampingi Iman Santos selaku pengelola.

Berdiri dilahan sawah seluas sekitar 4000 meter, Budiyanto mengaku mendapat konsep kuliner beredukasi pertanian karena kecintaanya dengan kampung halaman, di mana Klaten Khususnya Polanhardjo dikenal sebagai penghasil beras berkuwalitas. Berawal dari situlah dirinya mencoba menggarap wisata kuliner keluarga, bernuansa pertanian yang ber arsitektur pertanian tradisional jawa,

nDalem Tani lanjut Budi dilengkapi dua buah joglo, tiga bangunan rumah tradisional, delapan "kandang kebo" orisinil, Gasebo, Joglo serta museum pertanian dan dapur tradisional. Selain itu guna menambah kesan jawa tempo dulu ditampilkan pula berbagai benda serta asesoris pertanian jaman dulu mulai dari alat pemotong padi (ani-ani) cengkrong, tenggok, luku, usrug, caping serta lainnya. Sehingga saat pengunjung datang mereka seakan kembali kejaman di era tahun 70 an.

Sementara Iman Santoz selaku pengelola ,mengatakan Ndalem Tani juga menyediakan tempat dan sarana untuk acara keluarga atau kantor mulai dari arisan, rapat, reuni atau lainnya dengan tempat yang mampu menampung pengunjung dengan jumlah besar. Karena di Dalem tani juga ddilengkapi 2 bangunan Joglo, gazebo dan lainnya.

Budiyanto sang Owner bersama patner
Sedang kedepan akan dibangun pula rumah museum tani yang bersisi semua perlengkapan tani tradisional yang masih konvensional mulai dari bajak, pelana kerbau hingga ani ani dan cengkrong. Sedang museum yang ada saat ini dirasa masih kurang memadai.

Diibuka sekitar dua bulan lalu nDalem Tani tidak pernah tutup. Justru pengunjung dari Klaten dan luar kota, seperti Sragen, Jogya, Solo, Salatiga, Semarang datang liburan disini dengan menikmati lezatnya sego wiwit gereh pethek.

Mereka umumnya puas dan senang dan betah berlama lama , karena selain pemandangannya yang indah. Suasananya yang nyaman, tenang dan alami. Apalagi bisa menikmati lantunan lagu lagu akustik, keroncong, jas serta pop yang memang sengaja disajikan untuk memanjakan pengunjung.

“ Konsep nDalem Tani adalah kuliner yang mengedukasi pertanian. Maka jika selesai pandemic, fasilitas lain akan kita tambah permainan anak, seperti flayingfox, panjat tebing, susur sungai dan lainnya. Sehingga di sini anak anak sekolah bisa menikmati kuliner sambil belajar bercocok tanam, membajak sawah, menangkap ikan, atau belajar menanam padi hingga menjadik beras dengan cara ditumbuk pakai lumping (lesung). Dengan edukasi ini diharapkan anak anak jaman sekarang tidak hanya pandai main gadge, tapi juga mengetahui sejarah perjuangan nenek moyang jaman dulu dalam bertani ”, ( alice)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...