Terjadi Di Klaten Malinge Bebas. Sing Nangkep Malah Dipenjara.

 Mattanews.com KlatenRatusan warga dukuh Getasan, Desa Glodokan, Kecamatan Klaten Selatan Jawa Tengah Senin pagi ( 19/10) menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor Kejaksaan negeri Klaten, menuntut agar dua warga mereka dibebaskan dari tahanan. Sapto Dan Rohmad  warga dukuh Getasan desa Glodogan yang berhasil menangkap pelaku dugaan pencurian justru ditahan Kejaksaaan, sementara pelaku malah dibebaskan.

Widiastomo kakak korban kepada wartawan menjelaskan, saat itu adiknya (Sapto) bersama temannya (Rohmad) tengah ngobrol sekaligus jaga malam didepan rumah.  Beberapa saat kemudian mereka melihat ada seseorang dengan gerak gerik mencurigakan dirumah tetangganya (Sugeng). Ternyata setelah diawasi orang tersebut nekad masuk dan mengambil sepeda yanga berada diluar dan membawanya kabur.

Demo menuntut keadilan di Klaten
Melihat pelaku membawa kabur adiknya bersama temannya, sambal berteriak membangunkan warga yang lain,  langsung melakukan pengejaran. Setelah ditangkap dan ditanya tidak bisa menjawab, merekapun menghadiahi pelaku dengan beberapa bogem mentah kepada pelaku.

Esoknya kejadaian tersebut Sugeng sealku pemilik sepeda korban pencurian melaporkan persitiwa pencurian ke Mapolsek Kota Klaten.  Namun ditengah proses penyidikan, entah ada motif apa, tiba tiba Sugeng selaku pemilik sepeda mencabut laporan tersebut dan membuat kesepakatan damai dengan pelaku.

Anehnya beberapa hari kemudian adiknya dan temannya justru dipanggil Polsek kota untuk dimintai keterangan terkait kasus pencurian dan penganiayaan, dan akhirnya justru dijadikan tersangka, dan ditahan untuk menjalani proses hukum.

“Adik saya dan temannya jelas menangkap pencuri. Dan semua warga malam itu juga tahu. Tapi kenapa tiba tiba proses kasus pencuriannya dihentikan karena ada kesepakatan damai. Kini  adik saya dan temannya justru berbalik ditahan dengan dugaan penganiayaan. Ini hukum model mana mas Ada apa dibalik semua ini. Ada apa dengan aparat penegak hukum kita”, ujarnya.

Melihat proses hukum di Klaten yang amburadul warga masyarakat dukuh Getasan desa Glodogan tidak bisa menerima. Mereka langsung melakukan aksi protes dengan menggelar demo damai menunut agar waganya dinbebaskan.

Bersama Rohmad Sri Kusuma SH, warga sambal memebawa poster bertuliskan matinya hukum di Klaten, mendatangi kantor kejaksaan negeri Klaten, meminta agar Krejaksaan  meninjau kembali kasus penganiayaan tersebut dan menangguhkan penahanan atas Sapto dan Rohmad.

"Baru kali ini saya ketemu dengan model penegakan hukum yang begini. Masak, kita menangkap maling, bukan malingnya yang ditahan tetapi orang yang nangkep maling yang dipenjara. Ini keadilan model apa...?" ujar Rohmadi Sri Kesuma.

Warga menuntut dibebaskan Sapto dan Rohmad.
Upaya penangguhan penahanan atas Sapto dan Rohmat oleh warga tidak membawa hasil. Berkas perkara sudah P21 dan perkara sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Klaten pada tanggal 15 Oktober yang lalu. Hal tersebut dijelaskan  Kasie Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negri Klaten, Adhie Nugraha saat ditemui wartawan.

"Kita tetap mengedepankan prinsip asas praduga tak bersalah, kita bekerja secara profesional berdasarkan BAP yang dikirim oleh penyidik. Nanti tunggu di proses persidangan. Kalau memang tidak terbukti bersalah, ya bisa saja dibebaskan. Biar hakim yang memutuskan besok.." tandas Adhie. (jagad)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...