Terancam Digusur, 26 Penghuni Kios Di Komplek Stasiun Klaten Mengadu Ke DPRD.


Pedagang saat diterima anggota DPRD Klaten

Mattanews.com KlatenSekitar 30 pedagang kios yang tergabung dalam wadah paguyuban pedagang kios, Stasiun Klaten (PAKIS STALEN) melakukan aksi damai meminta pihak PT KAI Daops VI Jogyakarta menunda rencana pembongkaran  kios yang selama ini mereka tempati. Aksi damai terpaksa mereka lakukan karena perintah pengosongan lahan terkesan mendadak tanpa ada tenggang waktu bagi penghuni mencari lahan baru untuk usaha.

Usai melakukan aksi di komplek perkiosan yang berada tepat disamping timur Stasiun Klaten, sepanjang jalan alternatif lingkar Stasiun sambal membentangan berbagai poster Jum’at (16/10), merekapun mendatangi gedung DPRD II Klaten untuk mengadukana nasibnya kepada para wakil rakyat.

“ Kita tidak menolak untuk digusur. Namun hanya minta tenggang waktu dan rasa kemanusiaan serta keadilan dari pihak PT KAI, agar kami para pedagang bisa mencari tempat baru untuk membuka usaha, sebelum digusur. Jika penggusuran dan pengosongan dilakukan secara mendadak, kita mau buka usaha dimana”, tegasnya.

Kepada wakil rakyat Joko Winarno selaku perwakilan dari pedagang menyerahkan foto kopi Salinan surat dari PT KAI yang berisi perintah pengosongan kios sekaligus meminta saran dan pendapat serta solusi guna penyelesaian yang terbaik.” Pengososngan ini sangat mendadak, sepihak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, sehingga sangat tidak berperikemanusiaan”, tegas Joko.

Sementara ketua Komisi I DPRD Klaten Eko Prasetyo, SE, MSi dari Fraksi PDIP serta Hapsoro dari Fraksi Golkar kepada wartawan mengatakan pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan komisi lainnya, guna mencari penyelesaian terbaik. Jika memang memungkin pihaknya akan melakukan audensi dengan PT KIA Daops VI Jogyakarta secepatnya.

“ Jika memang memungkinkan kita akan undang pihak PT KAI Daops VI Jogjakarta untuk audensi mencari jalan keluar yang terbaik. Jika tidak kita yang akan datang ke pihak kereta api”, ujarnya.

Saat ini ada sekitar 26 kios semi permanen berdiri di atas tanah milik PT KAI DAOP VI dengan sistim sewa. Namun karena guna perluasan stasiun menyusul akan segera dioprasikannya kereta listrik, per tanggal 09 Oktober pihak PT KAI menegirim surat pemberitahuan kepada penghuni agar segera mengosongkan kios dengan batas waktu akhir tanggal 31 Oktober 2020.

“Waku yang singkat inilah yang ,membuat mereka kecewa. Apalagi ada beberapa pemilik kios yang baru saja membayar perpanjangan sewa kios kepada pihak PT KAI. Sangat tidak manusiawi dan kita sangat dirugikan dengan keputusan sepihak ini”, ujar salah satu penghuni kios yang mengaku telah lebih dari 30 tahun berjualan ditempat tersebut.( mby)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...