Komisi III DPRD Desak Pemkab Klaten, Tutup Gol C

KLATEN - Komisi III DPRD Kabupaten Klaten mendesak Pemkab Klaten dan aparat terkait segera menutup lokasi penambangan bahan galian C ilegal di wilatah lereng Gunung Merapi. Dikhawatirkan terus menimbulkan kerusakan lingkungan. Senin (24/8) Kemarin.

 

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Klaten, Basuki Effendi mengatakan, bahwa komisinya merekomendasikan kepada Pemkab Klaten untuk segera menutup area tambang ilegal di lereng Gunung Merapi.

“Perlu segera ada tindakan terhadap penambang ilegal galian C yang merusak lingkungan dan tidak memiliki ijin” Tandas Ketua Komisi III DPRD Klaten.

Lebih lanjut Basuki Efendi bersama Sekretaris Komisi III DPRD Klaten, Widada Gendut, dan anggota yang hadir. Pernyataan itu disertai surat rekomendasi komisi yang sebelumnya dilaporkan ke rapat paripurna yang dihadiri Bupati Klaten, Sri Mulyani.

Effendi menjelaskan beberapa waktu lalu ada surat laporan dari warga sekitar lokasi tambang yang masuk ke Komisi III. Surat itu mempersoalkan maraknya tambang dan lingkungan yang rusak.

 

Menindaklanjuti surat tersebut pada tanggal 19 Agustus Komisi III melaksanakan sidak ke beberapa lokasi. Hasilnya, ditemukan beberapa perusahaan yang tidak berizin dalam melakukan penambangan. Alasan yang disampaikan oleh pengusaha galian adalah untuk penataan perkebunan tapi saat dimintai izinnya tidak ada.

 

Dari sini kami menindaklanjuti dengan memanggil dinas lingkungan hidup untuk memberikan penjelasan saat rapat kerja. Sampai Komisi III DPRD Klaten mengeluarkan rekomendasi penutupan sehingga diharapkan kerusakan lingkungan tidak berlanjut.

 

Dari rekomendasi itu, jelas Effendi, harapannya perusahaan yang terindikasi merusak lingkungan dihentikan. Saat raker dengan dinas jumlah yang perusahaan berizin hanya 6-7 lokasi tapi yang tidak berizin jumlahnya ternyata lebih banyak.

 

Sekretaris Komisi III DPRD Klaten, Widada Gendut mengatakan usai menerima surat warga komisi melakukan sidak ke tujuh titik lokasi tambang dan ternyata ilegal semua. Saat ditanya ada isu anggota DPRD Klaten ikut bermain dalam dunia tambang, dia membenarkan ada kabar itu hanya komisi tidak bisa membuktikan.

 

Ranah Komisi III tidak menyoal pelaku dan izinnya tetapi hanya soal kerusakan lingkungan. Titik penambangan ilegal itu selama ini ada di Kecamatan Kemalang, Karangnongko, dan Jatinom. Kerusakan yang ditimbulkan sangat parah sebab banyak bekas tambang yang tidak direklamasi.

 

Anggota DPRD asal kecamatan Kemalang, Jumarno mengatakan kerusakan terparah di Kecamatan Kemalang. Tidak hanya lingkungan tapi juga jalan rusak berat karena dilakui angkutan tambang di Desa Tegalmulyo, Sidorejo, Bumiharjo, dan Tlogowatu. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Klaten, Srihadi menjelaskan sudah rapat dengan DPRD membahas masalah tersebut. Namun persoalan izin penataan perkebunan dan tambang berbeda. Penataan perkebunan dari pemkab tapi penjualan bahan tambang izinnya dari ESDM provinsi. (Sup)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...