Akses Jalan Ditutup Patok dan Pondasi, Warga Kurung,Ceper Protes Ke Kantor Desa

 


Mattanews.com -Klaten - Sebuah patok setinggi satu meter dipasang di gang jalan desa Kurung, Ceper, Klaten. Selain itu, segaris dengan patok dimulut gang, terpasang pondasi kurang lebih sepanjang 100 meter. 

Gang yang seharusnya diperuntukan sebagai fasilitas jalan oleh warga, saat ini tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya.
Patok tersebut menurut warga dipasang oleh Sumantri Irianto warga Kurung, Ceper, Klaten yang mengklaim tanah  se lebar 70 centimeter sepanjang 245 Meter. 



Warga menghendaki agar patok yang terpasang ditengah jalan tersebut segera dibongkar, sehingga warga mendatangi kantor desa untuk meminta penyelesaian. Namun mediasi berjalan alot dan Sumantri bersikukuh bahwa patok yang sekarang dipasang merupakan patok hasil pengukuran ulang yang dilakukan oleh BPN.

"Apabila ada yang berani merobohkan patok tersebut akan saya bawa keranah hukum" Ujar Sumantri. 

Disisi lain, Redi Yulianto, warga tambakboyo pemilik bidang tanah dibelakang  bangunan yang bersengketa hanya berkeinginan segera dibuka patok tersebut, sehingga dirinya dan beberapa warga masyarakat bisa menggunakan fasilitas jalan sebagai mana mestinya. 

"Warga dan saya hanya ingin ada akses jalan sehingga mobil bisa masuk, dan saya segera bisa memasukan matrial untuk bangun rumah dikaplingan yang sudah saya beli" Ujar Rendy Yulianto. 

Dari keterangan Kepala Desa Kurung, Ceper, permasalahan tersebut sudah berlangsung lama dan desa hanya memfasilitasi pertemuan tersebut. 

"Sudah ada lima kali pertemuan dibalai desa, pemerintah desa hanya sebagai fasilitator" Ungkap Mujiyono Kepala Desa Kurung, Ceper Klaten. 

Diterangkan oleh Mujiyono, bahwa masing-masing bersikukuh dengan apa yang mereka miliki.  

"Ari bersikukuh dengan sertifikat tanah yang ia pegang, sedangkan Sumantri berpegang pada patok baru hasil pengukuran" terangnya. 

Berdasarkan apa yang ada dilapangan, gang jalan yang saat ini menjadi sengketa berada diantara tanah milik, Ari disebelah barat gang dan Hendrik berada di sebelah timur gang, sedangkan Sumantri disebelah barat Ari. Keduanya, Ari dan Hendrik sudah memberikan akses jalan bagi pemilik tanah dibelakang mereka. Masing - masing selebar 1,25 Meter. 

Namun tiba-tiba, Sumantri mengklaim bahwa tanah ditengah gang se lebar 70 cm sepanjang 245 meter tersebut merupakan tanahnya yang belum dibayar oleh Hendrik, dengan adanya hal tersebut, ia membuat patok dan pondasi di tengah-tengah gang. 

Sumantri akan membongkar sendiri patok tersebut asal Hendrik mau membayar kekurangan 70 cm tanahnya yang berada ditengah-tengah gang tersebut. (Hilal)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...