Penataan Lahan Didesa Plawikan, Agus Brewok : Ada Pelanggaran Aturan dan Undang - Undang

 

Matta news.com - Klaten - Proses pengerukan tanah kas desa dengan dalih penataan lahan yang  kurang produktif dilakukan oleh Pemerintah Desa Plawikan.
Namun hal tersebut menurut Agus Brewok, selaku aktivis pemerhati lingkungan, diduga menyalahi aturan yang ada. 

Menurutnya Ada izin yang harus dipenuhi untuk melakukan kegiatan penggalian tanah dengan menggunakan alat berat, dan penjualan matrial hasil galian.

"Pekerjaan tersebut sudah masuk dalam katagori galian-C, yang artinya harus ada izin khusus yang harus dipenuhi." Ujar Agus Brewok. 

Dijelaskan oleh Agus Brewok, untuk perizinan tentang galian- C yang mengeluarkan dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Alam. 

Pernyataan Agus Brewok tersebut didukung dengan data lapangan yang ia peroleh, bahwa matrial hasil galian tanah kas desa Plawikan dijual untuk urug. 

"Saya ada data terkait lokasi dan penjualan tanah urug serta harga per satu rit nya, disini ada potensi pelanggaran aturan" Imbuhnya.

Untuk penataan lahan atau rehabilitasi lahan tidak menjadi masalah, yang menjadi bermasalah ketika ada penjualan  matrial dari usaha penataan lahan, pungkas Agus Brewok. 

Terpisah, saat dikonfirmasi melalui aplikasi Whatsapp, kepala desa Plawikan, Lilik Ratnawati membenarkan adanya kegiatan pengerukan lahan ditanah kas desa, dan menerangkan dengan mengirimkan foto dokumen perencanaan yang sudah ditanda tangani oleh BPD dan perwakilan warga Plawikan terkait penataan lahan tanah kas desa. Dan hal tersebut yang menjadi dasar dalam pekerjaan tersebut. 


Diterangkan dalam dokumen tersebut bahwa hasil penjualan tanah galian masuk dalam rekening Desa Plawikan. 

Hingga hari Senin (24/8) kemarin, masih terlihat adanya aktifitas pengalian dilokasi penataan lahan, dengan masih adanya 4 dum truck dan dua eskavator. (Hilal) 

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...