Tak Terima Dihina Melalui Handphone, Wartawan Media On Line Laporkan 2 Pengusaha Tambang Sragen.


Matta news. com - Klaten - Mendapati perkataan kasar dan penghinaan dari 2 oknum pengusaha tambang didaerah Sragen, Bowo Hariyanto seorang wartawan media online line menggandeng pengacara Joko Yunanto SH melaporkan dugaan penghinaan ke penegak hukum.


 
Hal tersebut dilakukan Bowo terkait perkataan pengusaha tambang dari Sukoharjo dan karanganyar itu saat menghubungi dirinya melalui handphone. 

"Waktu itu mereka menghubungi saya melalui handphone meminta untuk ketemu , namun karena masih liputan, saya sanggupi sehabis magrib. " Ujar Bowo Hariyanto. 

Namun mereka mendesak ingin bertemu saat itu juga dan tidak mau ketemu sehabis magrib, karena tidak ada kata sepakat, mereka marah dan mengeluarkan kata-kata kotor dan memaki-maki. 

"Awalnya yang pegang HP Afri Rismawati, setelah memaki-maki saya dengan kata-kata kotor sambungan telpon diambil alih oleh Suhardi Dwi  Utomo dan dengan nada marah ia juga memaki-maki saya" Terang Bowo Hariyanto, percakapan tersebut menurutnya telah direkamnya.  

Permasalahan tersebut muncul akibat imbas dari pemberitaan yang diunggah Bowo Hariyanto terkait dugaan pelimpahan IUP - OP tambang di Kaliwedi, Gondang, Sragen yang salahi aturan. 

Orang yang menghubunginya menurut Bowo adalah kepercayaan oknum anggota DPR RI yang berinisial PY dari Dapil 4 (Empat), yang di percayai mengelola dan menjalankan tambang galian c di desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. Sebelumnya Izin tersebut milik Winarto, dengan Nomor IUP OP 543.32./9693 Tahun 2019, dan saat ini diduga sudah menjadi milik oknum anggota DPR RI tersebut dengan proses yang terkesan mengabaikan UU No 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara pasal 93 ayat (1) dan (2). 

Atas prilaku 2 orang tersebut, Bowo Hariyanto akan membawa permasalahan tersebut ke ranah hukum, agar ada efek jera atas perbuatannya dan lebih bisa menghormati profesi wartawan, Tegas Bowo. 

Terpisah, Joko Yunanto selaku kuasa hukum yang digandeng Bowo Hariyanto saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya dan klienya segera membuat laporan resmi ke Aparat Penegak Hukum (APH). 

Karena menurut Joko Yunanto SH, kasus tersebut cukup kuat adanya dugaan pelanggaran UU no. 11 tahun 2008 pasal 27 ayat 4 ttg informasi dan transaksi elektronik jo UU no. 19 tahun 2016 pasal 45 ayat 3 ttg perubahan atas Undang Undang RI nomor 11 tahun 2008 ttg informasi dan transaksi elektronik.(Lal)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...