Kasus Dugaan Pelecehan Terhadap Wartawan Media On Line Terus Bergulir, Hari Ini 2 Orang Pengusaha Sragen Resmi Dilaporkan

Mattanews.com – Klaten- Kasus dugaan pelecehan dan penghinaan terhadap  salah satu wartawan media on line yang berkantor utama di kota Sragen terus bergulir, Secara resmi Bowo Harianto pada hari Rabu (8/7/2020), bersama pengacaranya melaporkan kasus penghinaan melalui saluran telepun yang diterimanya ke Mapolres Klaten.

Bowo Harianto merasa perlu untuk meneruskan kasus pelecehan profesi yang dilakukan oleh dua orang pengusaha galian C di wilayah Sragen  agar tidak ada lagi orang  melecehkan profesi wartawan.



“hari ini secara resmi telah saya laporkan saudara Afri Rismawati dan Suhardi Dwi Utomo  ke penegak hokum didampingi pengacara saya Joko Yunanto SH, dan kini permasalahan sudah ditangan kepolisian dan saya percaya penyidik polres Klaten akan bekerja secara serius dan cepat dalam menangani laporan saya” ujar Bowo sembari menujukan surat pengaduan dari Polres Klaten.

Dalam aduannya yang bernomer 007/LP/VII/2020 Bowo Hariyanto mengungkapkan, bahwa tindakan yang dilakukan oleh dua orang yang menghubungi dirinya melalui saluran telepon pribadinya diduga telah melanggar UU No  tahun 2008 pasal 27 ayat 4 tentang transakasi dan informasi elektronik dan UU No 19 tahun 2016 pasal 45  ayat 3 tentang perubahan atas undang-undang RI nomer 11 tahun 2008.

Senada dengan apa yang dikksampaikan oleh kliennya, Joko Yunanto selaku kuasa hokum menyatakan bahwa laporan dugaan pelecehan dan penghinaan tersebut ditempuh untuk pembeljaran masyarakat dan terapi efek jera agar tidak lagi terulang hal yang sama.

“Ini sebagai pembelajaran dan agar di ingat-ingat kata pepatah yang berbunyi Mulutmu Harimaumu” ujar Joko Yunanto.

Untuk di ketahui, pelaporan atas Afri Rismawati warga Sukoharjo dan Suhardi Dwi Utomo asal Karanganyar merupakan tindak lalnjut dari apa yang di terima Bowo Harianto usai mengunggah berita terkait dugaan pelimpahan kepemilikan izin galian C yang mengabaikan UU No  4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara pasal 93 ayat 1 dan 2.

Atas berita tersebut 2 orang yang diduga merupakan orang kepercaaan PY anggota DPR RI Dapil selaku pemilik tambang galian C di Sragen menhubungi Bowo Hariyanto dan sempat melontarkan kata-kata kotor dan menghina dirinya sebagai wartawan.

Terpisah Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke, saat dihubungi melalui jaringan telepun mengungkapkan bahwa dirinya menghargai atas langkah yang telah diambil atas pelaporan dugaan tindak pelecehan tersebut, dan meminta kepada semua pihak yang merasa tercolek terkait pemberitaan wartawan sebaiknya harus intropeksi diri apakah yang disampaikan oleh wartwan itu memang perlu di perhatikan dan perlu koreksi diri, jangan sampai justru yang muncul adalah sikap emosional dalam menanggapi pemberitaan sehingga yang terjadi adalah menghina dan merendahkan martabat orang lain dalam hal ini adalah wartawan.

“saya berharap agar kepolisan benar benar memperhatikan dan menindak lanjuti itu, dan memberikan perhatian penuh terhadap apa yang sudah dilaporkan” ujar Wilson Lalengke saat dihubungi melalui saluran telepun pribadinya.(lal)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...