Terjerat Bank Plecit Si EMOK, Oyah Nyaris Kehilangan Nyawanya.

Mattanews.com BogorGara gara terlilit hutang hingga puluhan juta rupiah di Koperasi Simpan Pinjam (Bank Emok) seorang warga kampung Sukayahna RT 04/RW 05 Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor Jawa Barat nyaris kehilangan nyawanya. Oyah (46) nekad akan mengakhiri hidupnya dengan seutas tali. Namun beruntung nyawanya bisa diselamatkan , setelah suami dan anaknya mencurigai dan mempergoki istrinya tengah melilitkan tali untung gantung diri di salah satu tiang rumah Rabu (3/6).

Y (61) suami korban kepada wartawan mengatakan dia dan anaknya daslam beberapa terakhir sudah mencurigai istrinya yang sering berperilaku aneh dan mencurigakan. Namun dirinya tak menyangka jika iastri akan berbuat nekad mengakihiri hiduppnya dengan cara mengantung. Dugaan tersebut ternyata benar setelah dia dan anaknya memergoki istrinya tengah beruasaha melilitkan tali disalah satu tianag yang berada dikamar dapur. Beruntung dia dan anaknya mengetahui dan berhasil menggagalkannya.
Renternir

“ Suda beberapa hari ini saya dan anak mencurigai gerak gerik istri saya yang sering berperilaku aneh dan mencurigakan. Namun ketika saya tanya dia tidak pernah berterus terang dengan masalah yang dihadapi. Akhirnya kecurigaan terjawab setelah sekitar pukul 11 siang istri saya nekad akan mengakhiri hidupnya dengan seutas tali diruang dapur karena terlilit hutang bank emok”, ujarnya.

Dari keterangan bebera saksi dan sumber diketahui Ny Oyah pernah memiliki pinjaman kepada koperasi simpan pinjam sebesar Rp  2 juta rupiah, dengan angsuran sebesar Rp 200 ribu yang harus dibayar tiap minggu.  Namun ternyata hutang yang seharusnya sudah lunas tidak lebih dari 1 tahun berikut bunganya ternyata berjalan berlarut-larut.

Walau hampir tidak pernah nunggak dalam pembayaran dan merasa sudah melunasi semua kewajibannya, pihak Bank Emok (sejenis bank liar/ Bang plecit - jawa red) masih terus menagih kepada korban. Bahkan kepada korban salah satu petugas bank Emok mengatakan jika dirinya memiliki hutang sekityar Rp 25 juta dalam 3 tahun terakhir ini.

Hal inilah yang membuat korban merasa keberatan dan bingung harus mengadu dan berbuat apa dengan masalah yang dihadapi. Bekerja hanya sebagai buruh petani, dirinya hanya bisa pasrah ketika salah satu pegawai Bank emok mengatakan dirinya punya hutang puluhan juta dan harus segera melunasi.

Ketua RT setempat membenarkan adanya kejadian percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh salah satu warganya. Menurut salah satu RT, kehadiran Bank Emok  selama ini memang sangat meresahkan warganya. Tak sedikit warganya yang menjadi “korban” sistim renternir yang diterapkan Bank Emok dalam melakukan bisnis uangnya. Namun warga sendiri tak da yang berani berbuat atau melapor karena takut dan tidak tahu caranya.

“ Selama ini banyak warga yang resah dan menjadi korban praktek renternir yang berkedok koperasi simpan pinjam tersebut. Namun warga tidak berani melapor karena takut dan tidak tahu caranya”, ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.(tev)  

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...