Pemerintah Siapakan Rp 30 Milliar, Untuk Renovasi Pasar Gede Tiga Lantai Klaten

Pasar Gede tiga lantai Klaten
Mattanews.com Klaten – Pemerintah Kabupaten Klaten Jawa Tengah akhirnya siap melakukan renovasi pasar tiga lantai (pasar Klaten). Pekerjaan diperkirakan akan mulai awal Oktober 2020 mendatang, setelah ada kepastian dari Kementrian PUPR melalui Dirjen Cipta Karya yang siap menggelontorkan dana sebesar Rp 30 milliar untuk anggaran renovasi.

“Jika tidak ada perubahan, awal Oktober tahun ini atau akhir November renovasi pasar tiga lantai atau pasar Gede Klaten akan kita mulai. Saat ini sudah sampai pada tahap ekpos DED (Detail Engenering Design) yang kita harapkan segera selesai. Dan perlu diketahui dalam hal ini semua pembiayaan berasal dari dana APBN melalui kementrian PUPR”, demikian disampaikan Kepala Disperindagkop dan UMKM Bambang Sigit Mbalak Sinugroho melalui Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindagkop Klaten Didik Sudiarto SE.MSi.    

Ditemui Wartawan Rabu pagi (24/6) Didik menjelaskan saat ini Pemkab Klaten hanya diberi beban tanggungan mempersiapkan lokasi pasar darurat berikut pembiayaanya. Untuk masalah tersebut pihaknya sudah memperiapkan lahan tanah kas Desa Karanganom seluas 10 ribu meter persegi di dukuh Jetak, Desa Karanganom Klaten Utara, yang berjarak sekitar 500 meter dari pasar Tiga Lantai. Sedang anggaran untuk pembangunan pasar darurat sebesar Rp 2 milliar.

Menurut Didik selain mempersiapkan lokasi pasar daurat, pihaknya juga melakukan sosialisasi serta pendataan pedagang, sehingga dalam proses pemindahan bisa berjalan lancar. Demikian pula dalam proses penempatan kembali pasar baru usai. Pendataan pedagang serta sosialisasi sangat penting dilakaukan, agar dalam proses pemindahan dan penempatan pasar setelah dibangun tidak menimbulkan gejolak karena rebutan lapak (temnpat berjualan”, tegas Didik.
Kabid pengelolaan pasar Didik Sudiartho
Dalam renovasi sendiri lanjut Didik tidak ada perubahan bentuk fisik pasar yang signifikan. Bangunan tetap seperti semula hanya melakukan serta merenovasi bagian bagian yang rusak serta penataan lahan. Misalnya perbaikan seluruh pintu pasar,perbaikan sanitasi serta mendesain ulang atap pasar. Penambahan Toilet, pembuatan dua Gapuro pintu masuk disebelah Utara pasar sebagai pintu masuk utama, penataan lahan dilantai 3 termasuk pembuatan kantor baru.

Untuk penataan pasar, menurut Didik, masih dipertahankan seperti semula. Perubahan hanya dilakukan dilantai atas. Jika selama ini hanya untuk pedagang kelontong dan kemasan (pedagang emas), nantinya di lantai 3 juga akan dilengkapi, tempat pertemuan, pusat jajanan atau kuliner, kantor lurah pasar serta fasilitas lain. Lantai 2 tetap untuk toko kelontong dan busana, sedang lantai dasar untuk pedagang sayur atau sembako.

Sedang bekas lahan terminal angkutan kota yang ada ditimur pasar, akan digunakan untuk menampung para pedagang oprokan dan pedagang pagi yang selama ini berjualan dipinggir jalan. Sehingga nantinya tidak ada lagi pedagang yang berjualan di badan jalan.”Kita harapkan akhir bulan Agustus dan Septemeber pedagang sudah menempati pasar darurat, karena awal Oktober pengerjaan sudah dimulai”, ujarnya.(lal)   

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...