Gubernur Ganjar Pranowo, Gowes 53 KM Temui Petani Milenial Getasan.

Mattanews.com Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar P{ranowo, Sabtu pagi (6/6) nekad Gowes menuju dataran tinggi Kopeng Kabupaten Semarang Jawa tengah sejauh 53 km. Antusias orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut  didasari rasa penasarannya terhadap kelompok tani milenial di desa tersebut yang mampu mengelola pertanaian dengan omset sekitar Rp 300 juta perbulan.

Berangkat dari kediamannya Puri Gedeh Semarang, Ganjar ditemani sang istri Siti Atikoh dan komunitas Gowes lainnya, langsung menggeber sepeda ontelnya tepat pukul 06. 00. % jam perjalanan atau sekitar pukul 11.00 siang rombongan Gubernur dsampai dilokasi perkebunan milik kelompok tani Milenial Citra Muda Getasan.
Ganjar  Pranowo ditengah perkebunan milenial

“ Saya cukup kaget sekaligus bangga disaat kondisi pandemic seperti ini, di Getasan justru muncul anak anak muda melineial yang memiliki gagasan brilliant dengan mengelola lahan perkebunan dengan hasil yang sangat besar. Ini membuktikan anak mudapun bisa sukses dibidang pertanian jika memiliki kemauan, komitmen, jujur, konsisten dan semangat”, ujar Ganjar ditemani sang istri disela sela melihat sayuran yang tampak hijau dan subur.

Kelompok Milineal Citra Muda getasan yang dikelola para petani muda dengan usia seklitar 18 hingga 35 tahun ini  memiliki lahan pertanian seluas 10 hektar dengan 70 tanaman sayur yang dikelolanya. Dengan kemampuan ilmu pengatahuan dan pengalaman otodidak mereka menggarap lahan tersebut dengan mengutamakan pupuk kandang serta kompos, sehingga semua produk hasil panen semuanya sayuran organik.  

Guna menunjang pemasaran, selain dengan cara tradisiponal diambil oleh pedaganag local, Mereka juga meggunakan metode milenial dengan platform media sosial. Dengan cara ini ternyata mampu meningkatkan omset penjualan secara signifikan, bahkan kini sudah mencapai Rp 300 juta perbulan. Maka tak heran jika hasil sayuran produk dari Getasan sekarang banyak ditemui di berbagai super market di wilayah Semarang, Jogya, Solo dan sekitarnya.  

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Citra Muda, Sofian Adi Cahyono(24)  mengatakan, selain membina kelompoknya yang beranggotakan 30 anak-anak muda usia 19-38 tahun. Dirinya juga bermitra dengan 18 kelompok tani yang beranggotakan sekitar 400 petani.

  Adanya covid justru menjadi berkah kami para petani di sini. Perubahan gaya hidup sehat demi menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh, membuat order permintaan sayur meningkat hingga 300 persen. Jika bulan kemarin hasil produksi hanya 4 – 5 ton/bulan kini naik tajam menjadi 15-15 ton sayur/bulan. Sedang omset penjualanpun meningkat hingga mencapai Rp 300 juta/bulan”, ujarnya.(ero)



Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...