Klaten Gagal Bangun 2 Embung. Pembangunan Jalan Di Jadwal Ulang.


Mattanews.com Klaten18 pembangunan jalan dan 4 buah jembatan yang gagal dilaksanakan Pemda Klaten Jawa Tengah pada tahun ini, rencananya akan dijadwal ulang pembangunannya pada pembeayaan anggaran tahun 2021. Sehingga tidak ada istilah batal dilaksanakan, yang ada penundaan pekerjaan karena adanya kondisi darurat.

“ Untuk tahun ini kita memang hanya mengerjakan 5 kegiatan pembangunan dari 18 kegiatan rencana pembuatan jalan dan jembatan. Namun karena adanya pandemic, semua anggaran kita dipangkas guna menanggulangi wabah tersebut. Sehingga sisa pekerjaan yang belum bisa digarap tahun ini, akan kita jadwal ulang tahun berikutnya agar bisa dikerjakan. Itupun dengan catatan Pemda sudah punya duit. Jika belum ya terpaksa kita tunda lagi”, demikian ditegaskan Kepala Dinas PUPR  Klaten Ir.Tajudin, saat ditemui wartawan diruang kerjanya Senin (8/6).
Ir. Tajudin Kepala Dinas PUPR Klaten

Menurut Tajudin, tidak hanya 9 proyek pembanagunan jalan dan 4 proyek pembuatana jembatan yang jalan apada tahun ini. Klaten juga gagal membangun 2 embung air senilai Rp 7,5 milliar yang ada di dua wilayah Kecamatan. Kegagalan ataua penundaan pembangunan juga karena factor yang sama.

Sementara sumber dana yang tidak bisa dipangkas ataua hanya mengalami pemangkasan kecil ialah dana kebersihan sekitar Rp 10 nmilliar/tahun dan dana penerangan jalan umum sebesar Rp 27 milliar/ tahun. Kedua pos dana tersebut tidak bisa diutak utik karena menyanagkut hajat orang banyak.

“Jika sampah tidak diangkut dan listrik tidak kita pajekin, siapa yang akan mengangkut ratusan kubik sampah tiap hari. Untuk listrik siapa yang akan bertanggungb jawab jika ada pemadaman lampu penerangan jalan di Klaten, Karen kita belum mbayar pajek.  Semua bisa berantakan nanti”, ujar Tajudin tegas.

Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Harjoko SST.MT saat mendampingi Kepala PUPR Ir Tajudin mengatakan, pembangunan embung di dua wilayah kecamatan ditunda hingga batas waktu yang belum bisa dipastikan.

Embung Kalangan di kecamatan Pedan yang berkapasitas mampu menampung air sekitar 1500M3,  rencananya dibangun dan selesai tahun ini dengan dana anggran  APBD sebesar Rp 2 milliar. Sedang embung Jungkare di kecamatan Karanganom dibangun dengan dana APBD tahun 2020 sebesar Rp 5,9 milliar, dengan daya tampung air bisa mencapai 2000 M3. 

“ Hingga saat ini kita belum bisa memastikan kapan pembangunan dua embung tersebut  akan dianggarkan kembali. Mudaha mudahan pandemic segera berakhir, pembangunan bisa normal kembali”, ujarnya.(ses)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...