Di Kubur Ala Covid, Keluarga Korban Laporkan RS Murni Teguh Ke Polda Sumut.


Mattanews.com medan.  Terkait dengan meninggalnya Ruslan Simanjuntak (66) pasien penyakit kanker yang dimakamkan secara protokoler kesehatan Covid-19, Ratusan anggota Ormas Pemuda Batak Bersatu (PBB) Medan sekitar pukul 12.30 siang mendatangi Rumah Sakit Murni Teguh, yang berada di Jalan Irian Medan. Sabtu, (06/06). Selain melakukan aksi protes pihak keluarga juga melaporkan pihak rumah sakit ke Polda  Sumatera Utara  terkait tindakannya yang tidak bisa diterima pihak keluarga.

Menurut salah satu pihak keluarga pasien Herbert Sianturi, saat masuk rumah sakit, almarhum  Ruslan Simanjuntak (66) menderita penyakit kanker otak dan mendapat perawatan tim dokter rumah sakit Murni Teguh Murni 5 hari.  Namun nyawa korban tak tertolong akhirnya meninggal dunia. Namun tanpa sepengetahuan dan memberi tahu pihak keluarga, pihak rumah sakit memakamkan almarhum dengan tata cara protokoler Covid - 19.
Kuasa hukum keluarga korban datangi Polda Sumut  

“ Kami sekeluarga kaget dan tidak bisa menerima atas perlakuan pihak rumah sakit terhadap almarhum keluarga kami. Saat masuk yang bersangkutan sudah dinyatakan menderita sakit kanker otak, Kenapa setelah meninggal tiba tiba almarhum dimakamkan dengan menggunakan protap kesehatan Cpovid-19. Anehnya semua dilakukan tanpa memberitahu dan ijin pada pihak keluarga korban”, ujar Herbet Sianturi kesal.

Dengan kejadian tersebut lanjut Herbet pihak keluarga bersama Ormas Pemuda Batak 
Bersatu (PBB) yang dipimpin langsung D.Martin Siahaan dan ketua DPC Medan Dolli Sinaga SE beserta kuasa hukum mendatangi pihak rumah sakit sekaligus melaporkannya ke Polda Medan dengan tuduhan telah melakukan  melakukan pembohongan publik atas kasus tersebut. Dengan bukti Nomor Laporan Polisi : LP/983/VI/2020/SUMUT/SPKT ‘III’ tertanggal 6 Juni 2020, pasal yang akan dikenakan terhadap pihak Rumah Sakit Murni Teguh yakni Undang Undang nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP pasal 181. (Fauzan)

“ Mama saya kesini karena menderita kanker otak stadium 3, Setelah meninggal kami tidak boleh melihat mama untuk terakhir kali. Malah dimakamakan menggunakan protokel kesehataan pasien covid-19. Saya kecewa dengan layanan rumah sakit ini”, ujar salah satu anak almarhum.

Sementara  pihak RS Murni Teguh yang diwakili  Dr Herman mengatakan, apa yang dilakaukan pihak rumah sakit dalam mengurus pemakamjan almarhum Ruslan Simanjuntak hanya menjalanakan tugas perintah dari gugus tugas covid-19.  “ Kami hanya menjalankan tugas,dan diperintahkan Gugus Tugas dan Kemenkes agar almarhum dimakamkan secepatnya,”ujarnya. (hil)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...