Akibat Pandemi Pasar Di Klaten Sulit Tutup Target Pendapatan.

Pasar Gayamprit Klaten
Mattanews.com Klaten – Akibat pandemic yang berkepanjangan, beberapa pasar di Klaten Jawa Tengah, dipastikan tidak dapat mencapai target pendapatan akhir tahun seperti yang direncanakan. Sepinya aktivitas transaksi jual beli di pasar membuat pendapatan pasar dari penarikan ristribusi turun hingga 30 persen.

Dua pasar besar yang ada di kota Klaten yakni pasar tiga lantai yang berada di pusat kota Klaten serta pasar Srago, ,memastikan tahun ini sulit mencapai sasaran target karena kondisi pasar sepi. Pasar Tiga lantai yang tahun ini mentargetkan pendapatan sebesar Rp 553 juta, memasuki bulan ke 6 tahun 2020 baru mencapai pendapatan sekitar 34 persen. Demikian pula dengan kondisi pasar Srago yang memasang target sebesar Rp 362  juta/ tahun, saat ini baru bisa mencapai 38 persen.

Kepala Pasar Srago Agus Sutiyono yang membawahi 9 unit pasar di kota Klaten. menjelaskan dalam kondisi seperti ini sulit mencapai target pendapatan sesuai target. Aktivitas pasar yang belum pulih membuat pendapatan dari penarikan uang ristrubusi turun dratis hingga 30 persen lebih.

“Saat ini kami mengelola 1 unit pasar dan 8 pasar kecil,  dengan jumnlah pedagang keseluruhan mencapai sekitar 700 orang, Sementara target pendapatan yang dipatok sebesar Rp 362 juta/ tahun. Namun target tersebut sulit kita capai karena saat ini kita baru bisa menggenjot pendapatan 38 persen, dari yang seharusnsa 42 persen di bulan Juni”, ujar Agus.
Agus Sutiyono Kepala pasar Srago
Sementara Kepala pasar Tiga lantai Klaten  H. Badarudin saat ditemui diruang kerjanya mengatakan sejak adanya pendemi covid, sudah 4 bulan  kondisi pasar sangat memperihatinkan. Kondisi  parah  dirasakan selama tida bulan sekitar bulan Maret hingga Mei lalu, dimana aktivitas pasar benar benar sepi. Banyak pedagang takut membuka lapak dagangannya, demikian warga   yang enggan ke pasar karena takut corona..

Pasar Tiga lanti yang juga merupakan pasar Induknya Klaten memiliki 413 kios serta 408 los, dihuni sekitar 1200 pedagang, yang meliputi pedagang adegan, los serta kios. Dari jumlah tersebut lanjut Badar seharusnya pasar Tiga Lantai mampu setor pendapatan ke kas Daerah sebesar Rp 553 juta/tahun. Namun karena kondisi pandemic, hingga saat ini baru mencapai target 35 persen. Sementara ideal pendapatan yang masuk pada awal Juni mencapai 46 persen.

“ Kita terus berusaha untuk menutup target sasaran akhir tahun. Andaikan toh tidak tercapai minimal kita sudah berusaha semaksimal mungkin mengejar ketertinggalan tersebut dengan berbagai daya dan upaya”, ujarnya saat ditemui wartawan Sabtu (6/6).

Kepala Dinas Disperindagkop dan UMKM Klaten Bambang Mbalak Sigit Sinugroho ketika ditemui diruang kerjanya, memahami kondisi tersebut. Diakui akibat pandemic memang cukup melumpuhkan beberapa sector ekonomi, termasuk pasar pasar tradisionaldi Klaten. Namun demikian dia tetap meminta pada semua kepala lurah pasar untuk memaksimalkan potensi yang ada guna mencapai target semaksimal.

“ Jika tahun ini banyak pasar yang tidak bisa menutup target,saya bisa makalumi. Tapi kita tetap harus berusaha mencapai target semaksimal”, harapnya. (sea)



Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...