Presiden: Potong Birokrasi Agar Banatuan Cepat Sampai Ke Masyarakat.

Mattanews.com Bogor Presiden Jokowi memerintahkan kepada Menko PMK, Menteri Sosial dan Menteri Desa untuk mempercepat proses penyaluran banatuana kepada masyarakat baik Bantuan Langsung TUnai (BLT) atau bantuan sosial lainnya. Penegasan ini disampaikan Prtesiden, mengingat hingga sampai saat ini baru 15 persen bantuan  yang diterima masayarakat, artinya 85 persen belum tersalurkan.

“ Hingga saat ini saya masih melihat dan mendapat laporan, jika masih banyak rakyat yang belum menerima bantuan pemerintah, baik berupa BLT, atau bantuan sosiala lainnya. Dibawah saya masih mendengar warga ramai membicarakan bantuan yang tak kunjung turun. Untuk itu saya perintahkan menteri terkait untuk cepat bertindak, agar masalah seperti ini tidak berlarut larut. Saya ingin semua ini cepat selesai dan warga segera menerima yang menjadi haknya”, demikian sampaikan Presiden Joko Wuidodo di Istana Bogor Sabtu ( 16/5).
Presiden RI Joko Widodo
Guna mempercepat dan menyingkat proses bantuan agar cepat sampai ketangan penerima, Presiden meminta agar memotong dan menyederhanakan birokrasi berbelit, sehingga masyarakat dapat segera menerima bantuan. Dan kepada masyarakat yang belum menerima,. Saya minta untuk lapor dan menanyakan kepada RT/RW atau kepala desa setempat, agar bisa segera ditindak lanjuti.

“ Saya ingin birokrasi yang berbelit dipangkas, dipotong dan disederhanakan agar warga bisa cepat menerima bantuan baik BST.BLT atau banatuan sosial lainnya. Kepada RT/RW dan kepala Desa agar jeli, cermat dan teliti dalam mendata warganya jangan sampai ada warga yang tidak mendapat bantuan”, tegas presiden.

Lebih lanjut Presiden menjelaskan BST atau Bansos Tunai sebesar Rp600.000, dan juga BLT BLT Desa sebesar Rp600.000 diberikan kepada masyarakat selama 3 bulan berturut-turut. Namun nyatanya hingga kini  ternyata masih banyak warga yang belum menerima bantuan tersebut. Hal itu dapat dilihat dari masih ributnya masyarakat di bawah yang hingga saat ini terus mempertanyakan kapan bantuan turun. Apalagi.

Bantuan yang seharusnya sudah bisa diterima dan dipergunakan masyarakat untuk menunjang kepentingan hidup sehari hari baru tersalurkan 15 persen, artinya masih ada 85 persen yang belum diterima oleh masyarakat. Demikian pula Bansos Tunai (BST), yang baru tersalurkan sekitar 25 persen, sehingga masih ada 75 persen yang belum diterima.

 “ Hal ini jangan sampai berlaruit larut terjadi. Warga harus secepatnya menerima yang menjadi haknya. Saya minta prosedur birokrasi dipotong dan disederhakan. Biar warga cepat menerima bantuan”, tegas presiden.


Disis lain Presiden juga mengatakan, selama masa pandemic covid-19 ini, pemerintah telah memberikan bantuan sosial kepada masyarakat berupa: yang pertama, pengratisan listrik untuk pelanggan 450 VA dan juga diskon 50 persen untuk pelanggan 900 VA; yang kedua, juga bantuan Kartu Sembako untuk 20 juta penerima; dan juga ada PKH yang diberikan kepada 10 juta keluarga; dan yang keempat, juga diberikan bantuan yang namanya BLT Desa; dan yang kelima, bantuan berupa Bansos Tunai.(tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...