Mattanews.com|| BogorBaru 2 hari menghirup udara bebas, Habib Bahar bin Smith pengasuh pondok pesantren Tajul Alawin. Kampung Poktua, Desa Paburuan, Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor Jawa Barat, kembali dijebloskan ke Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Gunung Sindur Jakarta. Penjemputan kembali pelaku penganiayaan 2 remaja di Pondok pesantrennya beberapa waktu lalu ini dilakukan karena yang bersangkutan tidak mengindahkan semua aturan yang harus dipatuhi setelah dibebaskan dalam program asimilasi.
Bahar smith kembali masuk bui

Kadivpas Kemenkumham Jabar, Abdul Aris, membenarkan adanya penjemputan dan penahan kembali habib Bahar yang langsung dijebloskan di Lapas Gunung Sindur. Penahanan terpaksa dilakukan karena yang bersangkutan melanggar ketentuan asimilasi yang diberikan, setelah dibebaskan dalam program asimilasi.

" Yang bersangkutankita jemput dan kita kembalikanlagi ke Lapas Gunung Sindur setelah program asimilasinya dicabut,  karena telah melanggar ketentuan asimilasi,"  ujar Abdul kepada wartawan Selasa (19/5)

Habib Bahar lanjut Abdul Aris sebenarnya baru akan bebas murni pada Desember 2021 nanti. Namun karena yang bersangkutan mendapat program asimilasi, pada Sabtu (16/5) bebas bersyarat  Yang bersangkutan keluar namun tidak bebas murni.

Namun tampaknya dalam perjalanan bebas asimilasi, yang bersangkutan tidak bisa menahan diri, seperti yang dipersyaratkan. Dia malah mengadakan ceramah di hadapan para jemaahnya, tanpa menghiraukan protokol pencegahan virus corona, terutama physical distancing. Karena sikapnya dianggap telah melanggar ketentuan, maka sekitar pukul 02.00 dini hari yang bersangkutan kembali di tangkap dan langsung dijebloskan ke Lapas Gunung Sindur.

“ Jika yang bersangkutan kembali mengulang, atau sengaja tidak mau mentaati peraturan, maka program asimilasi dia bisa ditinjau ulang bahkan dicabut kembali. Artinya yang bersangkutan akan menjalani hukuman sesuai keputusan pengadilan pada saat itu yakni 3 tahun kurungan penjara. Dan baru akan bebas pada Desember 2021 nanti”, tegas Abdul.(tev)




Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...