Jokowi, Perketat Pengendalian Arus, Agar Tidak Muncul Pandemik Gelombang Dua.


Indonesiatopline.com|| Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta agar pengendalian arus balik, khususnya pada provinsi yang kasus covid-19 barunya cukup tinggi agar pengamanannya diperketat dan lebih cermat dan teliti.. Menurut Presiden Hal ini sangat ini penting,  dikendalikan dan mendapat perhatian khsusus, agar tidak terjadi sirkulasi bolak-balik dalam penyebaran virus yang berpotensi, memunculkan gelombang yang kedua, diwilayah yang dituju, terutama  di wilayah Jabodetabek.
Presiden Jokowi pimpin Ratas di Istana Negara

“Saya melihat data terakhir pagi tadi tren untuk RO atau indek penularan virus corona maupun Rt dari DKI Jakarta sudah di bawah angka 1. Keberhasilan ini perlu kita tekan agar lebih menurun lagi. Dan salah satu caranya ialah pengaturan serta pengetatan arus bolak balik, agar tidak muncul kasus baru”, demikian ditegaskan Presiden Jokowi Di Istana Merdeka Jakarta dalam acara  Video Teleconference Rabu (275).

Selain melakukan pengetatan pengawasan bagi masyarakat yang melakaukan aktivitas antar kota dan propinsi, Presiden juga meminta kepada gugus tugas pengendalian penanganan Covid-19 Nasional,  agar tartget uji specimen 10.000 per hari agar cepat diselesaikan. Sehingga percepatan ini akan bisa dijadikan Pemerintah dalam melakukan langkah langkah pengendalian yang lebih maksimal.

Dalam kesempatan tersebut Presiden juga meminta agar Gugus Tugas penanganan pengendalian Covid-19 bersama Kementerian kesehatan dan terkait lainnya memberi perhatian lebih dan fokus pada provinsi yang memiliki kasus baru cukup tinggi. Disini Jokowi menyinggung Propinsi Jawa Timur yang harus mendapat perhatian serius karena angka pasien barunya terus mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

“Bagi penanganan di pulau Jawa saya minta dukungan penuh untuk provinsi Jawa Timur diperhatikan secara serius, mengingat akhir akhir ini angkanya terus mengalami kenaikan. Selain tenaga medis kesiapan rumah sakit rujukan dan rumah sakit daruratnya perlu dioptimalkan,” pinta Presiden.

Untuk itu lanjut Kepala Negara yang berkaitan dengan percepatan pengujian sampel, pelacakan untuk yang terpapar di Jawa Timur betul-betul dilaksanakan dengan langkah - langkah pengendalian yang lebih cermat, teliti dan akurat. Termasuk Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Papua, dan NTB. yang angkanya juga cukup tinggi. tev)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...