Demam Berdarah Juga "Mengintai" Klaten. Warga Diminta Waspada Jangan Terlena Corona

KLATEN MATTANEWS.COM Hingga saat ini Masyarakat Klaten diminta tetap harus waspada dengan wabah penyakit Demam berdarah (DB) yang saat ini juga banyak menelan korban di berbagai wilayah di Indonesia. Di Klaten sendiri saat ini dari 69 kasus yang ada, 4 pasien meninggal dunia, angka ini bisa dibilang cukup tinggi karena terjadi baru di bulan ketiga awal tahun atau di hari ke 79 . Untuk itu kepada masyarakat Klaten diminta selalu waspada dan melakukan pola hidup sehat. Selain mencuci tangan juga melakukan kegiatan membersihkan lingkungan sekitar agar tidak dijadikan sarang nyamuk.

“Saat ini kasus DB di Klaten ada 69 kasus dengan 4 korban balita meninggal dunia. Angka ini bisa dibilang tinggi karena terjadi di hari ke  79 awal tahun. Sementara tahun 2019 lalu dari 320 kasus korban meninggal dunia 5 orang. Maka saya menghimbau, selain waspada terhjadap corona warga juga jangan mengabaikan adanya serangan penyakit DM yang sama-sama membahayakan”, demikian ditegaskan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten Jawqa Tengah dr Anngit Budiarto. MMR saat ditemui wartawan diruang kerjanya.
dr Anggit Budiarto MMR.

Menurut dr Anggit 4 korban DB yang meninggal di Klaten ada di wilayah Kecamatan Ngawen, Kayu Mas kecamatan Jatinom, Kalikotes dan Trucuk. Sedang saat ini daerah yang masuk dalam katagori rawan dan selalu dalam pemantauan ialah Desa Tlogo dikecamatan Prambanan, Tlogo Randu di kecamatan Juwiring, serta Desa Danguran di kecamatan Klaten Selatan.

Lebih lanjut Anggit menjelaskan penyebaran penyakit Demam berdarah yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aides aegypty yang mengeluarkan virus dengue hanya bisa dicegah dengan melakukan pola hidup sehat dan menjaga lingkungan sekitar, seperti menimbun, membakar sampah plastic, serta menguras bak tempat air agar tidak dijadikan sarang nyamuk.

“Rumah kosong, halaman rumah serta tempat umum yang tidak bersih, atau tempat tempat yang bersih namun banyak terdapat sampah botol palstik, justru menjadi sarang berkembangnya nyamuk aides aegypti. Karena nyamuk ini suka berkembang ditempat tempat yang bersih, bukan ditanah, seperti dibekas botol minuman, diember,bak mandi, ban bekas atau lainnya”, ujar Anggit.

Terkait pencegahan yang dilakukan dinas Kesehatan Klaten, menurut Anggit saat ini Dinkes semakin mengoptimalkan kinerja para petugas Jumantik yang ada disetiap desa di wilayah Klaten. Selain itu melalui berbagai kesempatan petugas selalu memberi penyuluhan tentang bahaya demam berdarah, baik melalui selebaran, petugas di Puskesmas, Posyandu, serta di setiap kegiatan PKK di desa desa.

Sedang untuk melakukan Fogingisasi Anggit menjelaskan harus ada beberapa persyaratan untuk dilakukan penyemprotan (foging) disuatu daerah seperti diwilayah tersebut ada positip warga yang terkena DB sesuai keterangan tim Medis (dokter atau rumah sakit), di rumah rumah penduduk dipastikan tidak ada jentik jentik nyamuk. Dilihat epidemic wilayah tersebut, serta ditawarkan apakah perlu fogingisasi atau pembersihan jentik jentik nyamuk.(tev)


Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...