Tiga Bangunan Di Tanggul Sungai Dengkeng Dirobohkan.

Pembongkaran rumah ditepi sungai Dengkeng

Mattanews.com KlatenTiga bangunan permanen yang berdiri ditanggul sungai Dengkeng Di robohkan. Satu rumah penduduk, satu gudang dan kandang ayaang yang berada di dukuh Jalen, desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten Jawa Tengah terpaksa dirobohkan dengan menggunakan dua alat berat (bego) karena diduga sebagai penyebab utama terjadinya banjir diwilayah tersebut.

Pembongkaran tiga bangunan permanen milik Agus dan Joko warga Jalen RT 01/05 selasa pagi (28/1), tersebut dipimpin langsung Camat Bayat Edy Purnomo SE, didampingi unsur Muspika lainnya, seperti Danramil serta Kapolsek Bayat Iptu Suharto, serta dinas terkait seperti PU. Suasana pembongkaran berjalan tertib dan kondusif, karena pemilik bangunan bisa memahami telah menggunakan tanggul sungai untuk mendirikan bangunan.

Dua alat berat bego dikerahkan guna merobohkan dan meluruskan sungai agar lebar sungai kembali normal seperti semula. Selain mendatangkan dua alat berat, tampak ikut dalam proses pembongkaran tersebut, berbagai relawan sungai, warga, TNI/Polri. Mereka bergotong royong membersihkan bangunan dan meluruskan sungai agar dapat berfungsi seperti semula.

Camat Bayat Edy Purnomo SE, kepada wartawan menjelaskan pembongkaran tiga bangunan tersebut sudah melalui proses musyawaraah dan pemberitaahuan pada pemilik bangunan. Setelah diberi arahan dan penjelasan para pemilik bangunan menyadari dan mengakui kesalahannya dan mempersilahkan banguannya dibongkar petugas.

“Sebelum melakukan pembongkaran kita sudah melakukan pendekatan serta pemberitahuan pada pemiliknya. Setelah diberi penjelasan dan arahan petugas, akhirnya mereka mempersilahkan jika bangunanya akan dibongkar petugas”, ujarnya.
Camat Bayat Edy Purnomo SE meninjau lokasi
Pembongkaran ke tiga bangunan permanen milik penduduk setempat, berawal dari keresahan warga yang selalu mengalami banjir ketika terjadi hujan deras dan luapan sungai Dengkeng. Salah satu penyebab terjadinya banjir karena lebar sungai Dengkeng yang semula 45 meter tinggal 35 meter, karena yang 10 meter digunakan untuk mendirikan bengunan permanen.


Kawatir rumahnya selalu tergenang air jika turun hujan, maka mereka melaporkan kejadian tersebut kepada Camat. Selain itu mereka juga melaporkan keberadaan bangunan tersebut ke kedinas terkait, dalam hal ini  ke bagian  Sumber daya air Pengairan PU Klaten.(tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...