Edan, Seorang Anak Tega Bunuh Ayah Kandungnya


Mattanews.com -Klaten- Kejanggalan atas temuan mayat di desa Ngalas, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten Akhirnya terungkap. 
Sebelumnya dikabarkan telah ditemukan mayat seorang pemulung atas nama GN yang sudah membusuk.

Dari hasil pemeriksaan terhadap mayat yang dilakukan oleh satreskrim polres Klaten diperoleh fakta, bahwa kematian itu merupakan tindak pembunuhan, dan yang lebih mengejutkan lagi, pelaku pembunuhan adalah JH yang merupakan anak kandung korban.

Dalam jumpa pers yang digelar di Mapolres Klaten, Senin (9/12), Wakapolres Klaten, Kompol Zulfikar Iskandar menyampaikan, kasus penemuan mayat ini berawal dari warga Dukuh Kemadohan yang mencium bau dari rumah GN (55). Setelah warga melakukan pengecekan, ternyata GN sudah meninggal dengan posisi terlentang di tempat tidur dan kondisi tubuh sudah membusuk. Oleh warga, kejadian ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Dari hasil penyelidikan ternyata ditemukan keterkaitan antara kematian korban dengan anak kandung tersangka yang berinisial JH. Akhirnya, JH lalu ditangkap polisi,” katanya.

Kompol Zulfikar Iskandar menyatakan, di hadapan penyidik, JH mengaku bahwa dirinya yang telah menyebabkan GN meninggal. Tiga hari sebelum mayat GN ditemukan, JH dan GN terlibat cecok mulut. GN menyinggung JH yang sudah dewasa, namun hanya suka mabuk dan tidur-tiduran.

Puncaknya, GN mengambil pasir dan dituangkan di dekat JH tidur. Akhirnya, JH tersulut emosi dan melakukan pemukulan dan mencekik leher GN.

“Tersangka ini emosi saat ditegur korban. Kemudian JH memukul pelipis orangtuanya. Saat terjatuh, kepala korban membentur ujung meja dengan keras,” terangnya.

Wakapolres Klaten mengatakan, setelah melakukan tindakan kejinya, tersangka JH masih sempat berkeliling Klaten menggunakan sepeda onthel. Setelah pulang ke rumah, JH melihat GN masih dalam posisi tertelungkup. Entah karena panik atau untuk menutupi kejahatan, JH kemudian memindahkan tubuh GN ke dipan.

“Setelah itu, JH pergi ke rumah neneknya di Kabupaten Gunungkidul sebelum akhirnya tertangkap,” tandasnya.


Wakapolres mengungkapkan, atas perbuatannya tersebut tersangka JH dijerat UU KDRT Pasal 44 ayat 3 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...