PKN Klaten: Usut Tuntas Robohnya Consul Kantor Dukcapil Sampai Tuntas.

Setyo Basuki wakil ketua PKN Klaten
MATTANEWS.COM KLATENSementara itu Lembaga Pemantau Keuangan Negera yang bergerak dibidang pengawasan, korupsi serta transparasi anggaran Cabang Klaten meminta agar aparat penegak hukum turun kelapangan dan melakukan investigasi dan mengusut tuntas atas musibah ambrolnya consul kantor Dukcapil Klaten Minggu (24/11) lalu. Selain itu PKN juga mendesak aparat berani menindak tegas secara hukum jika memang ada pejabat yang terlibat dalam kasus tersebut.

Hal ini dikarenakan PKN klaten menduga robohnya sebagian atap gedung kantor Dukcapil itu dikarenakan adanya pekerjaan yang tidak sesuai bestek. Bahkan dari pengamatan sementara PKN banyak menemukan ketidaka beresan, misalnya dugaan kualitas bahan bangunan yang digunakan kurang baik. Sehingga belum ada 1 tahun dipakai consul roboh total secara serentak dan beberapa bagian gedung sudah tampak miring dan retak. Padahal tidak terjadi hujan lebat atau angin kencang.

“PKN meminta kejadian ini harus diusut tuntas hingga ditemukan siapa actor yang harus bertanggung jawab. Usut siapa yang “bermain” dalam proyek ini dan harus diproses secara hukum. Kami juga tengah mengkaji akan melakukan tes laborat pada bongkahan bangunan agar diketahui kualitasnya”, tegas Setyo Basuki  wakil ketua PKN Cabang Klaten Jawa Tengah.

Lebih lanjut Setyo menegaskan sangat bodoh dan terburu-buru jika ada pejabat yang mengatakan abruknya consul kantor Dukcapil Klaten karena faktor alam atau bencana yang disebabkan hujan atau angin kencang. Karen jika karena hujan atau angin kencang, maka kerusakan yang terjadi bukan hanya di kantor Dukcapil, tapi juga akan menimpa gedung lain disekitarnya yang disertai rusaknya atap dan genting yang berserakan. “Lha wong genting diatas saja rapi koq ada yang bilang karena angin. Goblok koq dipek dewe. Lihat besi yang ada pada sambungan consul, benar nggak itu pemasangannya”, tegasnya.
Atap consul kantor Dukcapil Klaten yang ambyar
Untuk itu PKN mendesak agar Bupati atau Dewan berani membentuk tim investigasi independen atau membawa ksus ini ke aparat penegak hukum agar kasus ini bisa terungkap terang benderang. “Ngapain kita pasang spanduk dengan slogan aku kudu “ Tapi dalam penanganan kasus ini “tidak berani” jujur”. Tegasnya.

Sementara itu hasil rapat Komisi III DPRD Klaten Selasa (26/11) menyimpulkan robohnya sebagian atap/konsul kantor Dukcapil Klaten yang terjadi Minggu sore (24/11) lalu bukan karena Bencana. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Klaten Basuki Effendi kepada wartawan setelah melakukan rapat komisi yang dihadiri oleh semua anggota Komisi dan OPD terkait

 “Setelah menyimak serta mendengar pembahasan dan masukan dari semuanya, maka rapaat komisi III sudah dapat menarik  satu kesimpulan, dimana ada tiga point penting terkait rogohnya atap luar gedung atau konsul kantor Dukcapil Klaten,” demikian ditegaskan Ketua Komisi III DPRD Klaten, Basuki Effendi.

Kesimpulannya, pertama robohnya atap luar atau konsul di kantor Dukcapil Klaten  bukan karena bencana alam. Kedua, segera daan harus dibentuk Tim Kajian Independen oleh DPU PR serta Perwaskim Klaten. Ketiga, segera dilakukan penyelesaian terhadap kejadian tersebut agar tidak mengganggu pelayanan masyarakat.
 
Besi consul hanya "dipasang" satu lonjor
Sementara itu anggota Komisi III DPRD Klaten, Arry Shinta Wati, kepada wartawan menjelaskan Pasca kejadian, perlu adanya tim independen untuk mencari tahu permasalahan tersebut. Termasuk mencari sisi kelemahan dan kekurangannya serta factor penyebab utama terjadinya insiden tersebut. Sebab saat ini yang harus dilakukan adalah mencari penyebab utama dan solusinya penanganan selanjutnya.

“tidak perlu berandai- andai, siapa yang salah, karena kejadian sudah terjadi. Yang harus kita sikapi saat ini bagaimana langkah kedepan agar kantor tersebut dapat segera digunakan dan tidak membahayakan manusia sehingga karyawan dalam memberikan pelayanan pada masyarakat dengan tenang dan nyaman. Biarkan tim independen bekerja, kita tunggu hasilnya” tegasnya.

Disinggung perihal ambruknya atap luar bangunan, karena faktor bencana, menurut Shinta hal itu tidak bisa dijadikan alasan utama. “Kalau itu bencana mungkin gentingnya dulu yang berserakan. Ini khan yang terjadi kan runtuh, maka anda sudah dapat menebak kira kira apa penyebabnya, apalagi jika  kita lihat struktur sambungan besi di tiang peyangga consul.” pungkasnya.(tev)


Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...