Perkembangan Laporan Desa Mlese, Cawas Tak Jelas, PKN Susuli Laporan Baru ke Kejaksaan


Mattanews-Klaten-Mendapati laporan yang tak jelas kelanjutannya terkait dugaan penyimpangan Dana Desa tahap II 2015 Desa Mlese, lembaga Pemantau Keuangan Negara (PKN) membuat laporan susulan ke Kejaksaan Negeri Klaten. Senin (25/11).

Laporan tersebut menurut Setyo Basuki merupakan susulan dari laporan yang telah diajukan nya ke Kejaksaan tahun 2018 sehingga dengan laporan susulan tersebut diharapkan Kejaksaan Negeri Klaten mengambil langkah dan melakukan tindakan terkait laporannya terdahulu.

"Kami sebagai pelapor hingga saat ini masih menunggu perkembangan dari laporan kami tahun 2018, namun hingga hari ini kami belum tahu perkembangannya. Untuk itu kami berinisiatif melaporkan kembali temuan kami, agar Kejaksaan ambil tindakan terhadap laporan kami" Ujar Setyo Basuki dari lembaga PKN.

Dalam laporan susulannya kali ini, Setyo menjelaskan masih sama dengan yang terdahulu namun kali ini laporan tersebut di buat lebih padat.

Sayangnya ketika hendak menyerahkan laporan tersebut Kasi Intel Kejaksaan negeri Klaten sedang tidak berada di tempat, dan laporan di terima oleh salah satu staff Intel.



Sebelum menyerahkan laporannya, perwakilan lembaga PKN Klaten sempat menanyakan perkembangan laporan yang terdahulu, namun staf Intel yang menerima laporannya tak berani menjawab dan hanya mengatakan untuk menanyakan secara langsung ke pimpinannya.

Diterangkan dalam laporan tersebut, pada tahun 2015 kepala desa Mlese, Cawas, Klaten telah membuat kesepakatan secara tertulis akan menyelesaikan pekerjaan pembangunan talud sungai namun, hingga saat ini pekerjaan tersebut belum terealisasi.

"Foto ini kami ambil baru-baru saja, dan ini menjadi salah satu bukti kami bahwa pekerjaan Dana Desa tahap II tahun 2015 tidak dikerjakan" Ujar Setyo Basuki sembari memperlihatkan foto yang ada pada berkas laporannya ke Kejaksaan Negeri Klaten. (Hil) 
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...