Peringati Hari Pahlawan Siswa SD Islam Terpadu Al Hasna Gelar Drama Kolosal Perjuangan.

Klaten Mattanews.comDalam rangka menyongsong peringatan hari pahlawan yang jatuh pada 10 November 2019, siswa SD Islam terpadu Al Hasna Kebonarum Klaten Jawa Tengah menggelar pagelaran drama klosal tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan melawan kaum penjajah. Drama yang mengambil cerita perjuangan arek-arek Suroboyo dengan tokoh utamanya Bung Tomo cukup membuat penonton, orang tua siswa dan guru terpukau.

Dalam adegan yang berdurasi lebih dari 1 jam ini tampak para siswa memahami betul peran yang dilakukan, termasuk konteks mereka dalam berdialog yang tampak  sangat mengikuti teks arahan sang sutradara. Namun demikian toh pertunjukan yang dilakukan oleh para siswa mulai dari kelas 5 dan 6 ini mampu menghibur dan memberi wacana bagi siswa akan beratnya para pejuang bangsa ini dalam merebut kemerdekaan.
Para siswa tampak serius memainkan perannya

Dengan memakai kostum ala para pahlawan serta tokoh pergerakan tempo dulu seperti Tuangku Imam Bonjol, Bung Tomo, serta tokoh lain, pertunjukkann ini berjalan cukup apik. Walau hanya dengan persiapan waktu terbatas dan sehari menghapal teks, secara utuh partunjukan bisa dibilang sukses. Apalagi saat terjadi insiden perobekan bendera belanda dari merah putih biru menjadi bendera merah putih.

Maryanto selaku kepala sekolah kepada wartawan menjelaskan penanaman jiwa nasionalisme sejak dini pada anak anak sangat penting. Meraka tidak hanya mendengar dan tahu tentang pahlawan dari cerita dan membaca buku, tapi suatu saat perlu memperagakan para pahlawan dalam sebuah pagelaran drama. Maka momen 10 november adalah waktu yang tepat untuk mereka lebih tahu karakter para pejuang bangsa ini.

“ Sekolah ini sengaja menanamkan jiwa nasionalisme pada anak sejak dini agar mereka memiliki rasa cinta pada negeri ini dengan baik dan benar. Maka dengan moment 10 November ini kami sepakat menggelar drama kolosal tentang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dengan para penjajah”, ujarnya.


Selain itu lanjut Maryanto pagelaran ini juga dimaksud agar para siswa agar lebih mencintai budaya dan mengenal tokoh tokoh bangsa ini, agar mereka tahu betapa berat dan besarnya perjuangan para pahlwan dulu. Apalagi saat ini hampir semua anak kecil sudah terkontaminasi mainan gadget yang jika salah pengawasan bisa merusak moral anak.(nggih/tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...