Muhammad Achfa Sabet Juara Terbaik Festival Film Pelajar Tingkat Nasional Tahun 2019


Klaten Mattanews.com -  Muhammad Achfa salah satu pelajar SMA Negeri 2 Klaten mampu membawa nama baik Klaten ditingkat Nasional dalam ajang gelar karya film pelajar tingkat Nasional Tahun 2019. Acha berhasil tampil sebagai juara terbaik pembuatan film pendek dan berhak memboyong piala Mendiknas serta uang pembinaan sebesar Rp 20.000.000.

Dengan mengambil judul Pesona Keindahan Garis Garis, siswa SMAN 2 Klaten ini mampu menyuguhkan sebuah film pendek yang sangat memakau dan menarik. Film yang dibuat dengan keahlian otodidak dan dieditori oleh 7 temannya ini ternyata mampu mengungguli peserta lain yang disekolahnya memiliki ketrampilan dibidang perfileman serta broadcasting.
 
Muhammad Achfa siswa SMAN 2 Klaten
Yang sangat mencengangkan dan membagakan atas prestasi ini ialah, para siswa yang menggarap film tersebut baik sutradara,penulis naskah,cameramen dan semua yang terlibat didalamnya hanya bermodalkan pengalaman otodidak. Hal mini karena SMA Negeri 2 Klaten memang tidak menyelenggarakan kegiatan extra kulikuler bidang broadcasting. Sehingg hasil yang didapat tersebut sebua hasil kerja maksimal dan prestasi yang sangat membanggakan bagi keluarga besar SMA Negeri 2 Klaten dan masyarakat Klaten tentunya.

“Disekolah ini memang tidak ada pelajaran extra kulikuler jurusan broadcasting. Namun dengan tampilnya anak anak sebagai juara terbaik dalam ajang festival film, maka kami sepakat secepatnya akan melakukan berbagai persiapan guna membuka kegiatan extra kulikuler jurusan broadcasting, fotografer”, demikian ditegaskan Kepala sekolah SMA Negeri 2 Klaten Suharjo.

Menurut Suharjo dibukanya extra kulikuler broadcasting di SMA 2 nantinya bukan karena latah. Namun lebih didasari dengan kebutuhan nyata, dimana banyak siswa yang memiliki potensi dan bakat dibidang perfileman. Sehingga dengan dibukanya jurusan tersebut nantinya anak-anak yang memiliki bakat di dunia perfileman akan memeperoleh ilmu perfileman yang lebih komplet, cangkih dan modern sesuai era digital saat ini.

Sementara itu Muhammad kepada wartawan mengaku taka mengira jika film yanag dibuatnya akan memananagkan fistivala tersebut. Hal ini karena film yang digaraap hanya berdasarkan pengalaman otodidak, sementara peserta lain memiliki ilmu penegetahauaan tenetang perfiliman yang lebih baik dan memaadai. Sehinggaa ketika diumumkan dirirnya cukup terkejut sekaligus bangga.

“Saya dan temen temen sebenarnya pesimis dapat menang di kejuaran ini, karena musuhnya hebat hebat. Namun nampaknya kerja keras kami beserta tim serta kesunguhan untuk berkarya mampu membuahkan hasil terbaik”, ujarnya.

Terkait judul yang diambil, Muhammad mengaku sengaja mengambil tema tersebut karena Klaten terkenal sebagai kota lurik dan dengan tema itu kita ikut mempromosikan Klaten ditingkat Nasional.(nggih/tev)


Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...