Merapi Kembali Semburkan Awan Panas Setinggi 1500 Meter. Warga tetap Beraktivitas.

Erupsi Merapi Sabtu (9/11) pagi hari
Klaten Mattanews.com – Gunung Merapi yang terletak di perbatasan empat kabupaten yakni Boyolali, Sleman, Magelang dan Klaten kembali menyemburkan awan panas. Erupsi setinggi 1500 meter terjadi Sabtu pagi sekitar pukul. 06.00 selama 160 detik. Sementara matrial vulkanik yang dikelurkan masuk kearah sungai Gendol Sleman.

Kendati untuk yang kesekian kalinya Merapi mengalami erupsi, namun stataus Merapi tetap pada posisi waspada level II. Selain itu warga sekitar juga menanggapi dengan tenang. Mereka  masih tetap melakukan aktivitas biasa. Baik mereka yang pergi keladang/tegalan atau para penambang pasir yang beroprasi disekitar kali gendol dan sungai woro yang berada di Balerante.

Erupsi yang terjadi Sabtu pagi terpantau jelas oleh salah satu relawan gunung Merapi yang merekam proses terjadinya erupasi. Menurut keterangannya erupsi kali ini tidak seperti biasanya yang didahului oleh suara gemuruh yang berasal dari perut gunung. Dari pengamatannya erupsi kali ini berdurasi sekitar 160 detik, dimana awan panas yang disemburkan mencapai ketinggian 1500 meter dengan amplitude maksimal 65 milimeter yang mengarah kebarat sementara matrial vulkanik menuju ke sungai Gendol Sleman.
Mattanews berada di Balerante
"Jika melihat gerak dan sifat sifat gunung Merapi selama ini, semburan ini masih dalam batasan wajar dan belum mengganggu aktivitas warga sekitar. Namun demikian dirinya tetap meminta agar warga sekitar Merapi tetap harus waspada dan mengikuti petunjuk larangan agar tidak masuk pada zona larangan yang sudah ditentukan”, ujarnya.

Sementara itu Sarno salah satu warga Balerante saat ditemui Mattaanews mengaku tidak begitu khawatir dengan erupsi yang terjadi Sabtu pagi, karena hal serupa sudah sering terjadi. Sehingga dia dan warga lainnya tidak terlalu panic namun tetap waspada.

“Pun biasa mas yen simbahe watuk. warga sudah terbiasa namun demikian kita tetap waspada dan tidak meremehkan setiap kejadian di Merapi. Cuma jika Merapi benar-benar ingin batuk dengan sekala besar, biasanya warga sudah bisa menangkap tanda-tanda itu. Dan saat ini semua masih aman dan tenang”, ujarnya.
Aktivitas penambangan pasir masih seperti biasa

Apa yang diutarakan salah satu tokoh masyarakat Balerante tersebut memang benar. Karena saat Mattanews melakukan perjalalnan hingga batas desa Balerante, tampak warga masih melakukan aktivitas seperti biasa. Mereka masih tetap mencari rumput ditegalan dan berkebun, termasuk para penambang pasir yang tetap bekerja seakan tidak terjadin apa-apa. (tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...