Kirim Karangan Bunga Ke Kejaksaan, Warga Mlese Meminta Kejaksaan Usut Dugaan Penyimpangan Dana Desa.



Warga Mlese, Cawas, Klaten Memberikan Karangan Bunga Kepada Kajari Klaten Yang Baru. 

Mattanews.com -Klaten- Setelah mendatangi kantor desa kemarin Rabu (13/11),  Kali ini warga desa Mlese, Cawas, Klaten mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Klaten, Kamis (14/11). 

Kedatangan mereka membawa karangan bunga ucapan selamat kepada Kajari yang baru, serta membawa pernyataan dari kepala desa yang tertuang dalam pernyataan tertulis atas penggunaan dana desa untuk kepentingan pribadi.

Warga mendatangi Kejaksaan untuk berkonsultasi serta menginformasikan ada penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh kepala desa Mlese, Cawas, Klaten Ke Kejaksaan.

Usai menempatkan karangan bunga untuk Edi Utama, Kepala Kejaksaan yang baru, 3 perwakilan masyarakat desa Mlese diterima Kepala Kejaksaan Negeri Klaten yang diwakili Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Dwi Raharjanto.

Salah satu warga Desa Mlese, Kecamatan Cawas, Joko Triyono mengatakan, materi yang dikonsultasikan kepada Kejaksaan terkait dugaan penyalahgunaan angaran dana desa tahap II tahun 2019 Pemdes Mlese senilai 360 juta lebih. 

Dari jumlah tersebut sebanyak Rp.170 juta diduga diselewengkan oleh Kepala Desa setempat.

“Kami sudah menemui Kades dan sudah mengakui telah menggunakan dana desa untuk kepentingan pribadi, namun kades tidak menyebut penggunaannya untuk apa”,kata Joko

Lebih lanjut dijelaskan dari hasil pertemuan dengan Kedes dibuat surat pertyataan yang intinya sampai dengan 27 November akan menyelesaikan SPJ penggunaan dana desa tersebut. Jika sampai jatuh tempo yang ditentukan tidak selesai kami akan menagih janji kepada Kades.

“anggaran senilai 320 juta ini sedianya digunakan untuk pengaspalan jalan di 5 titik yang terbagi paket 25 juta, 15 juta, 80 juta, 50 juta sama 150 juta, yang belum dilaksanakan paket pengaspalan jalan senilai 50 juta, 150 juta dan yang 25 juta”, jelasnya.

Sementara itu Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Klaten Romula Hasonangan membenarkan jika warga Desa Mlese menginformasikan adanya dugaan tindak pidana korupasi penggunaan dana desa oleh Kepala Desa Mlese.

“Mereka baru sebatas menginformasikan, kita terus berkoordinasi dengan warga karena setelah penyampaiakn informasi ini warga juga akan melengkapi dengan sejumlah bukti yang dimiliki, jadi belum bersifat aduan”,ucapnya.

Sebelumnya telah diberitakan, pada hari Rabu (13/10) Kemarin warga mendatangi kantor desa mempertanyakan pekerjaan infrastruktur tahap dua 2019 yang belum dikerjakan. Padahal anggaran untuk pekerjaan tersebut telah dikeluarkan dari kas desa, dan sudah ada LPJ kegiatan untuk Dana Desa (DD) tahan II tahun 2019.


Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...