"Kantor Dukcapil Klaten Ambrol" Komisi III DPRD Dan Bupati Klaten Lakukan Sidak.

KLATEN Mattanew.s.com - Dalam waktu hampir bersamaan Komisi III DPRD Kabupaten Klaten  dan Bupati Hj Sri Mulyani Senin siang (25/11) melakukan sidak ke kantor kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil). Menyusul adanya musibah consul gedung berlantai 2 yang digunakan untuk kantor kependudukan dan catatan sipil roboh pada Minggu sore ( 24/11).

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani yang datang sekitar pukul 12.00 langsung melihat kondisi gedung. Dalam sidak yang hanya berlangsung sekitar 10 menit tersebut Bupati meminta untuk sementara semua aktivitas kantor dan pelayanan pada masyarakat dipindahkan ke tempat lain. Selanjutnya gedung dikosongkan hingga ada penangan serta  perbaikan gedung, hingga dinyatakan aman untuk ditempati.
Komisi III DPRD Klaten sidak kantor dukcapil

“Demi keselamatan dan mengindari sesuatu yang tidak kita inginkan untuk sementara kegiatan perkantoran serta layanan pada masyarakat dipindahkan. Gedung harus dikosongkan hingga adanya penanganan selanjutnya sampai gedung dinyatakan aman untuk ditempati. Dan yang lebih penting lagi pelayanan pada masyarakat hgarus tetap jalan”, tegas Bupati.

Sementara Widodo Gendut SH sekretaris komisi III, disela-sela sidaknya mengaku  belum berani membuat kesimpulan terjadinya musibah. Komisi III akan segera melakukan rapat dan mengambil sikap apa yang harus dilakukan. Namun yang jelas langkah awal yang akan diambilk ialah membentuk tim, dan memanggil semua dinas terkait, mulai dari PU, Perwaskim, PPKom, pengawas hingga jasa consultan.

”Kita tidak mau berandai andai, namun yang jelas komisis III akan segera melakukan rapat komisi dan membentuk tim guna menelusuri kasus ini hingga rampung. Secepatnya kita akan memanggil semua dinas terkait yang terlibat baik dari PU, Perwaskim, PPKom, pengawas, konsultan hingga pihak kontraktor atau pelaksana”, ujar Gendut.

Dan yang lebih penting lagi lanjut politisi dari PDI Perjuangan ini, kendati gedung rusak, kegiatan pelayanan pada masyarakat harus tetap berjalan. Untuk itu komisi III meminta agar proses pemindahan peralatan kantor khususnya perangkat elektronik ke tempat sementara dilakukan secepatnya, agar pelayanan pada masyarakat tetap berjalan normal.

Consul kantor Dukcapil Klaten roboh Minggu sore sekitar pukul 16.00 sore, saat turun hujan dan angin yang tidak lama. Hanya berselang beberapa menit setelah turun hujan tiba tiba seluruh konsul bangunan roboh hancur. Kondisi yang paling parah  berada di selatan gedung dimana 2 consul atas bawah sepanjang 33 meter roboh mengenai tiga unit sepeda motor dan dua unit mesin fotocopi.

Sementara itu terkait ambrolnya bagian consul kantor Dukcapil, beberapa anggota dewan menegaskan jika robohnya consul di kantor Dukcapil, bukan disebabkan factor alam, namun adanya unsur kecerobohan dalam proses pengerjaan gedung. Hal ini dapat dilihat dari posisi besi pada consul tidak menyatu dengan besi induknya. Diduga pemasangan besi pada consul dilakukan asal-asalan. 

“ Jika melihat bukti dan mengamati bekas sisa consult sangat jelas posisi rangka besi hanya sekedar dipasang dengan cara dibor. Jadi dari data lapangan dapat ditarik kesimpulan sementara, ambrolnya consul gedung Dukcapil bukan disebabkan faktor alam hujan atau angin, tapi diduga kuat karena ada kecerobohan dalam hal penggarapan. Jika kontruksinya seperti ini, tidak perlu menunggu hujan atau angin, sewaktu - waktu pasti roboh”, ujar salah satu dewan

Sementara itu salah satu tokoh masyarakat Klaten yang juga pemerhati bangunan dan ahli di bidang kontruksi meminta agar DPR dan Bupati bertindak cepat dalam kasus ini. Kalau perlu segera dibentuk tim investigasi atau menyerahkan kasus ini pada  Aparet Penegak Hukum dalam hal ini Kepolisian dan Kejaksaan guna melakukan penyelidikan. Ambruknya consul dikantor Dukcapil tidak bisa dianggap remeh. Karena selain umurnya belum genap satu tahun, keberadaannya menyangkut keselamatan nyawa orang banyak.


“Jangan sampai setelah DPRD dan Bupati sidak ke lokasi, masalah langsung selesai tanpa ada proses selanjutnya. Bupati, DPRD dan aparat penegak hukum harus berani mengusut tuntas kasus ini dengan melakukan investigasi lapangan dan menelusuri permasalahan dari hulu hingga hilir, agar semua menjadi terang benderang. Kita berharap jajaran Polisi dan Kejaksaan segera turun, mengusut tuntas kasus ini sampai tuntas. (tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...