Jelang Musim Hujan Dinas PU Klaten Siapkan 11.500 Karung Plastik Dan Bronjong Kawat.

Klaten Mattanews.comMenghadapi musim hujan tahun ini Dinas PU Klaten telah menyiapkan sedikitnya 11.500 karung plastic serta bronjong kawat guna guna menghadapi kejadian tanggul jebolakibat banjir. Selain itu PU juga telah melakukan berbagai perbaikan saluraan irigasi, pembenahan pintu air serta penguatan tanggul dibeberapa sungai.

“Guna mengantisipasi dan menghadapi banjir tahun ini, kami telah menyiapkan sedikitnya 11.500 unit karung plastik (bagor) dan kawat bronjong guna melakukan perbaikan darurat jika terjadi musibah banjr yang mengakibatkan tanggul jebol”, demikian dijelaskan kepala PU Klaten Ir Tadjudin Akbar didampingi Kabid Sumber Daya Air Pu Klaten Harjoko serta Kabid Bina Marga Suryanto.
Bendung disungai Lunyu usai diperbaiki

Menurut Tajudin tahun ini PU klaten telah melakukan berbagai upaya guna menekan terjadinya kerusakan yang diakibatkan terjadinya banjir. Misalnya melakukan penguatan tanggul tanggul yang rawan jika terjadi banjir seperti misalnya perbaikan tanggul di anakan sungai Dengkeng di wilayah Sapit Urang Wedi Klaten. Penguatan tanggul di beberapa titik di sepanjang aliraan sungai Dengkeng serta perbaikan beberapa pintu air yang selama ini tidak berfungsi karena rusak.

Sementara itu secara rinci Kabid Sumber daya Air Harjoko menambahkan, selain menyiapkan beberapa matrial, PU juga telah menyiapkan puluhan personil yang bertugas melakukan pemantauan sekaligus bisa melakukan tindakan pertama jika terjadi kondisi darurat. Puluhan petugas tersebut disebar di beberapa titik sesuai wilayah tugas dan mereka akan selalu siap siaga apalagi jika terjadi hujan deras.

Mereka nantinya akan bertugas di pintu pintu air dan bendung guna mengamati jika terjadi kenaikan debit air yang bisa menimbulkan banjir. Mereka akan terbagi menjadi 3 wilayah tugas yakni wilayah barat, timur dan selatan. Dengan pembagian dan kordinasi ini diharapkan jika terjadi air bah dari atas, petugas dibawahnya segera dapat melakukan persiapan atau antisipasi misalnya segera membuka pintu air agar air tidak meluap, memberi tahau warga agar berhati hati jika terjadi banjir."Jika musim hujan tiba mereka akan bekerja siap siaga 24 jam menegawasi sungai dan bendungan", tegasnya.

Sementara itu terkait proses pembuatan Dam di Karangasem Bayat, Harjoko menegaskan saat ini perbaikan dam sudah mencapai 80 persen. Diharapkan pas datangnya musim hujan dam tersebut sudah selesai dan dapat berfungsi. Dam Karangasem sendiri memiliki kapasitas daya tampung air sekitar 10.000 meter kubik. Sehingga keberadaanya sangat membantu wilayah sekitar yang selama ini menjadi daerah langganan banjir.
Kabid SDA dan Kabid Bina Marga PU Klaten
Ada 4 kecamatan di Klaten yang selama ini wilayahnya sering terkena banjir yang disebabkan meluapnya air sungai atau talud jebol. 4 kecamatan tersebut antara lain, Gantiwarno, Bayat, Cawas dan Karangdowo. Sedang 6 bendung yang selalu mendapat perhatian khusus ialah bending Tukuman, Balak di wilayah Cawas, Bendung Jeto, Wiro dan Talang di kecamatan Bayat dan bending Jatirogo dikecamatan Karangdowo.

Sementara Kabid Bina Marga PU Klaten Suryanto menambahkan guna mengantisipasi bencana dimusim hujan pihaknya telah melakukan kegiatan rempel-rempel atau memangkas pohon yanag ada disepanjang jalan DPU. Beberapa pohon yang sekiranya sudah berumur atau membahayakan langsung dipangkas.

“Kita sudah intruksikan pada semua uptd agar melakukan kegiatan rempel-rempel atau memangkas pohon, terutama yang berada disepanjang jalan DPU di wilayah masing masing. Hal ini dilakukan guna mengurangi resiko bencana pohon roboh yang diakibatkan hujan lebat atau terjadinya angin puting beliung”, ujar Suryanto.(tev)  



Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...