Disperindagkop Klaten Segera Luncurkan Pragoram E-Ristribusi Pasar.

Ka Disperindagkop&UMKM Klaten Bambang Mbalak SS.
Klaten Mattanews.comPemerintah Kabupaten Klaten dalam hal ini Disperindagkop dan UMKM Klaten akan segera meluncurkan program E- Ristrinbusi bagi para pedagang pasar dan pemilik kios yang ada di wilayah Klaten. Saat ini semua perangkat pendukung tengah dipersiapkan. Sebagai pilot project dalam sistim baru ini Disperindagkop Klaten menunjuk pasar Gayangprit Klaten sebagai uji coba program baru tersebut.

“Kami telah menggandeng pihak BPD Klaten untuk menunjang suksesnya program ini. Sebagai langkah awal dan uji coba kita akan lakukan di pasar Gayangprit Klaten pada Desemeber nanti. Dan jika sukses maka, tahun depan semua pasar di Klaten akan menggunakan E-ristribusi dalam penarikannya”, demikian ditegaskan Bambang Mbalak Sigit Sinugroho Kepala Disperindagkop Klaten diruang kerjanya Selasa Senin (4/11).

Menurut bambang langkah E- ristribusi diambil sebagai upaya pemerintah kabupaten Klaten dalam mengikuti kemajuan layanan public yang saat ini semua serba digital dan internet. Sehingga dengan pengetrapan pola baru ini diharapkan petugas juru tagih ristribusi tidak terlalu ribet membawa uang, sementara pedagangpun tidak harus menyiapkan uang receh setiap hari.

Sasaran lain yang dituju lanjut mantan Kepala Bapeda Klaten ini, ialah mencoba mengurangi angka kebocoran pendapatan daerah dari sector ristribusi. Serta mengoptimalkan pendapatkan dari sector ristribusi disetiap pasar, sehingga akan tercapai hasil maksimal.
Kepala Pasar Srago Agus Sutiyono
Sementara itu Kepala Pasar Srago Agus Sutiyono kepada Mattanews menjelaskan dirinya telah menyiapkan semua pedagang pasar Gayamprit yang masuk wilayah kerjanya untuk menerima program baru berupa E-ristribusi. Dan Alhamdulillah menurut Agus semua pedagang dapat menerima dan memahami, sehingga semua berjalan lancar.

“Saya kira tak ada masalah bagi semua pedagang pasar dan kios di pasar Gayamprit. Kita telah melakukan beberapa kalu sosialisasi dan hasilnya memuaskan. Semua pedagang antusias dan menerima program E – ristribusi yang sebentar lagi akan diterapkan”, demikian dijelaskan Agus.

Menurut Agus dengan program ini petugas lapangan penarik karcis akan sangat terbantukan. Karena petugas hanya membawa alat khusus, sementara para pedagang sudah memiliki kartu E-ristribusi yang disediakan oleh Bank Jateng. Sehingga petugas hanya meminta kartu dan menggesekkannya. Sedang besar kecilnya ristribusi disesuaikan dengan kegiatan mereka dipasar, dimana setiap pedagang tentunya tidak sama, termasuk para pamilik kios.

Saat ini lanjut Agus penghuni pasar Gayamprit ada sekitar 113 pedagang pasar dan pemilik kios. Walau pasar kecil namun pergerakan ekonomi serta perputaran uang di pasar Gayamprit diakuinya sangat tinggi dan besar. Sehingg tak salah jika pilot project pelaksanaan E-restribusi dilakukan di pasar Gayamprit.(tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...