Digruduk Warga, Kepala Desa Mlese Cawas Akui Gunakan Dana Desa


Kepala Mlese Menjelaskan Ke Warga Terkait Penggunaan Dana Desa Tahan 2 2019
Matta news.com-Klaten-Perwakilan Warga Mlese Mendatangi Kantor Desa Mepertanyakan Penggunan Anggaran Pembangunan Tahap Dua Dari Dana Desa
Carakanews.com – Klaten- Beberapa orang perwakilan warga desa Mlese didampingi oleh Indrawiyana dan Setyo Basuki dari Lembaga Pemantauan Keuangan Negara (PKN) Klaten mendatangi balai desa, kedatangan mereka  mempertanyakan terkait dengan penggunaan dana desa tahap dua 2019 yang telah cairkan oleh bendahara desa  namun kenyataan dilapangan pekerjaan tersebut masih terbengkalai, Rabu (13/11).

Menurut keterangan warga, dana desa tahap dua tahun 2019 telah dikeluarkan oleh Bendahara desa sejak bulan Agustus, sehingga warga berinisiatif untuk mempertanyakan langsung ke Kepala Desa.

“Pengaspalan jalan parikesit senilai 150 juta, jalan Jangganrejo dan beberapa kegiatan yang sudah masuk dalam kegiatan tahap dua hingga saat ini belum dikerjakan” Ujar Agus Tinus warga Mlese.

Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan bagi warga, kemana uang sebesar 200 juta lebih itu dialokasikan. untuk itu kedatangan warga ke kantor desa untuk meminta pertanggung jawaban kepala desa.

Selain itu, menurut Agus Tinus, laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) yang dibuat oleh desa diduga fiktif, karena ada beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan.

Apa yang dinyatakan oleh warga, dibenarkan oleh Nur Yatin selaku anggota TPK Desa Mlese, sepengetahuannya uang sudah dikeluarkan dari kas desa akan tetapi uang tersebut tidak di serahkan ke TPK selaku pelaksanaan kegiatan.

Agus Supangat selaku Bendahara desa membenarkan, bahwa dana desa tahap dua tahun 2019 sudah diserahkan semua ke kepala desa, dan hal tersebut juga sudah disampaikan ke rekan-rekan perangkat desa lainnya.

“Sebanyak Tiga Ratus Enam Puluh Juta lebih sudah saya serahkan langsung ke Kepala desa” Ujarnya, dan ia menyadari apa yang dilakukannya itu sebenarnya menyalahi aturan, seharusnya uang tersebut diserahkan Ke Tim Pengelola Kegiatan (TPK) untuk digunakan sesuai dengan perencanaannya.

Menyikapi hal tersebut Setya Basuki dari PKN menyatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu dibenahi terkait  sistem administrasi dilingkungan perangkat desa Mlese. Beberapa tahapan yang tidak dilaksanakan dan minimnya keterlibatan TPK pada pelaksanaan kegiatan Dana Desa bisa menjadi indikasi adanya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaannya.

“Dengan tidak dilalui mekanisme dalam pelaksanaan dana desa tentunya menimbulkan banyak spekulasi di tengah masyrakat” Ujar Setya Basuki dari PKN. Selain itu, ada hal yang perlu mendapat perhatian khusus menurutnya, adanya pengakuan kepala desa secara tertulis terkait penggunaan dana desa sebesar 170 juta untuk kepentingan pribadi sudah menyalahi aturan.

“Kepala desa mengakui telah menggunakan dana desa untuk kepentingan pribadi, hal itu tentunya sudah menyalahi aturan” Ujar Setya Basuki.

Ditambahi oleh Indrawiyana dari PKN, selain permasalahan yang saat ini di tanyakan oleh warga Mlese, Cawas. Satu tahun yang lalu PKN telah melaporkan adanya dugaan penyimpangan anggaran yang di lakukan oleh kepala desa Mlese ke Kejaksaan Negeri Klaten.

“Setahun yang lalu PKN telah melaporkan adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh kepala desa Mlese”ujar Indrawiyana.
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...