80 Persen Trotoar Jalan Di Klaten Beralih Fungsi Jadi Lahan Parkir Dan PKL.

Klaten Mattanews.com -  Sekitar 80 persen totoar yang berada di sepanjang jalan di Klaten digunakan untuk kegiatan PKL (Pedagang Kaki Lima), parkir dan tempat usaha lain. Pemandangan semrawut ini sudah ada sejak beberapa tahun terakhir tanpa ada upaya pembenahan dari pihak Pemkab Klaten. Akibatnya banyak para pejalan kaki yang terpaksa harus berjalan dijalur kendaraan, karena trotoar penuh dengan gerobak atau kendaraan.

Hasil pantauan dilapangan, beralih fungsinya trotoar jadi lahan parkir dan PKL ternyata tidak hanya ada di kota Klaten. Karena hampir semua trotoar yang ada di wilayah ibu kota kecamatan juga mengalami hal sama. Mereka menggunakan trotoar untuk kegiatan lain seperti berjualan, parkir,bahkan ada yang untuk membuka bengkel motor atau menggelar dagangan klontong.
Tak adanya lahan untuk pejalan kaki membuat lalu lintas semrawut
Beberapa warga pejalan kaki di Klaten mengaku resah dan kecewa atas sikap Pemkab Klaten yang tutup mata dengan kesemrawutan ini. Mereka tak berani menegur para pedagang atau pemilik toko yang menggunakan trotoar untuk kegiatan bisnisnya karena pihak Satpol PP Klaten sendiri “tak berani” menegur atau membersihkan mereka.

“Belum lama ini ada warga yang tertabrak sepeda moror mas, karena saat jalan tiba-tiba ditabrak kendaraan dari belakang. Warga tersebut terpaksa berjalan dijalan umum, karena trotoar tidak bisa dilewati penuh dengan sepeda dan orang berjualan”, ujar salah satu warga Klaten.

Pemandangan kesemrawutan trotoar jalan yang beralih fungsi jadi lahan parkir dan warung PKL dapat kita lihat hampir disepanjang jalan Pemuda Utara hingga Permuda Selatan Klaten. Di sepanjang jalan Dewi Sartika, jalan Bhayangkara, jalan Rajawali, jalan bali, jalan lintas utara dan masih banyak lagi.

Beralih fungsinya trotoar di Klaten menjadi tempat untuk berjualan atau parkir kendaraan memang sudah dalam taraf memprihatainkan. Tak hanya para PKL, terkadang ada apemilik toko besar yang ikut-ikutann menggelar dagangannya di trotoar.

Tak hanya itu hasil investigasi lapangan terungkap banyak sungai yang berada didepan toko kini “hilang” karena diatasnya sudah berdiri bangunan semi permanen dan digunakan untuk pusat bisnis. Pemandangan ini dapat kita jumpai dibeberapa kecamatan seperti Wedi, Cawas dan beberapa tempat lainnya.

Hingga saat belum tampak satpol PP Klaten melakukan kegiatan "pembersihan" para pedagang atau pemilik toko yang menggunakan trotoar untuk kegiatan bisnisnya. Entah tidak tahu atau pura pura tidak tahu,yang jelas keberadaan mereka hingga kini masih seperti biasa. "Apa petugasnya dapat jatah mas, saya nggak tahu", ujar salah satu warga. 


Kasat Polisi Pamong Praja Klaten Sugeng Hariyanto saat dikonfirmasi tidak ada ditempat. Dihubungi via telepon yang bersangkutan mengaku tengah akan mengikuti rapat dengan sekda. “Maaf mas saya akan rapat dengan pak sekda”, ujarnya. (red)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...