Polres Klaten Berhasil Halau Dan Tenangkan Suporter Persis Solo.

Klaten Mattanews.comDengan mengerahkan ratusan anggotanya serta dibantu TNI, Polres Klaten berhasil menghalau dan memenangkan ribuan supporter Persis Solo yang akan berangkat menuju Jogyakarta. Dipimpin langsung Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Saputro,  Polres Klaten juga menerjunkan tim Black Squad yang merupakan unit khusus gerak cepat penangkal hura hara.
Meski tidak terlibat langsung dalam kericuhan tersebut, Kabupaten Klaten menjadi salah satu daerah yang ikut meningkatkan pengamanan dalam laga derby mataram itu. Sebab, seribuan suporter dari Persis Solo yang akan berangkat ke Yogyakarta hampir semuanya melintasi sepanjang jalan Kabupaten Klaten.
Kapolres Klaten, AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan selama pengamanan sejak Senin siang hingga malam hari, polisi bersama TNI berhasil menghalau pergerakan suporter Persis Solo yang akan berangkat ke Yogyakarta. Sebelumnya aparat gabungan sudah melakukan penyekatan di delapan titik.
Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko P bersama Dandim Klaten.
Titik titik yang dianggap rawan antara lain diwilayah Pramabanan yang berbatasan laangsung dengan wilayah Yogyakarta, sekitar Halte Bendogantungan dan lampu merah, sekitaran lampu merah Jonggrangan, wilayah Warung Kidul, terminal Klaten, serta beberapa titik lain yang rawan akan terjadinya tindak kerusuhan. 
“Suporter yang dari Solo kita himbau agar tidak menonton ke Yogyakarta, dan Alhamdulilah mereka bisa menerima. Kemudian kita kawal untuk kembali ke daerahnya masing- masing,” ujarnya.
Pihaknya mengakui ada sekitar 200-an suporter yang memilih bertahan di wilayah perbatasan Sleman dengan Klaten untuk menunggu pertandingan usai.  Situasi sempat memanas, setelah ada kabar terjadi kericuhan di stadion, ratusan suporter itu juga sempat emosi lantaran ada beberapa warga yang merekam aksi penyekatan yang dilakukan oleh polisi. Beruntung dengan cepat polisi berhasil meredam emosi suporter.
“Malam hari suasana semakin mencekam dengan adanya  informasi yang beredar di WA grup terkait kondisi di Yogyakarta. Namun suasana bisa tenang setelah kita amemberi pengertian dan nasehat dan akhirnya mereka mau pulang tidak melanjutkan perjalannya ke Jogyakarta,” imbuhnya.
Selama perjalanan pulang, mereka dikawal aparat gabungan hingga menuju perbatasan Sukoharjo, Boyolali dan Solo. Setibanya di perbatasan, pengawalan dilanjutkan oleh aparat setempat.
Pertandingan sepakbola antara PSIM melawan Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10) sore diwarnai kericuhan. Disisi lain, Polres Klaten memastikan situasi di kabupaten bersinar, Selasa (22/10/2019) sudah kembali kondusif setelah pada Senin malam sempat memanas. Namun berkat kesigapan jajaran aparat Polres Klaten dibantu TNI mampu menenangkan superter sehingga Klaten tetap kondusif.(tev/sup)



Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...