Pilkada Klaten "Telah Usai". September 2020 Tinggal Penetapan.

Klaten Mattanews.comPilkada Klaten 2020 telah usai. September 2020 nanti yang ada tinggal penetapan Petahana untuk menjadi Bupati Klaten priode tahun 2020 – 2024. Pilkada Klaten sesungguhnya baru akan terjadi pada Pilkada 2024 dimana akan muncul wajah-wajah baru yang akan memimpin Klaten.

“Saya kira Pilkada Klaten 2020 yang baru akan digelar pada bulan September 2020 sudah selesai. Pencalonan kembali sang Petahana Hj.Sri Mulyani yang berpasangan dengan Yoga Hardana dari partai Golkar dapat dipastikan tidak memiliki lawan yang sepadan. Apalagi hingga saat ini belum ada satupun figure calon pemimpin yang muncul, untuk menandingi keperkasaan sang Petahana, ditambah belum adanya partai politik di Klaten yang berani mengusung calon lain”, demikian diungkapkan salah satu pemerhati social politik Klaten yang enggan disebut namanya.

Menurut sumber keperkasaan sang petahana yakni Hj Sri Mulyani yang diusung partai PDI Perjuangan memang belum tertandingi. Baik secara finansial, ketenaran serta prestasi kerja. Sehingga sangat sulit untuk menandingi beliau di Pilkada mendatang siapapun rivalnya nanti. Dengan dasar ini maka tak berlebihan jika dirinya berani mengatakan dengan majunya kembali Hj Sri Mulyani dalam bursa pada pilkada Klaten, maka Pilkada Klaten 2020 telah selesai atau boleh dikatakan September 2020 bukan Pilkada namun penetapan sang petahana untuk priode kerja berikutnya tahun 2020-2024.
Tahta Kursi AD 1 C

Masih menurut sumber, hingga saat ini dirinya belum melihat ada keberanian warga Klaten untuk maju di Pilkada 2020. Demikian pula partai politik lainnya seperti Gerinda, PAN, PKS, PKB, Nasdem atau Demokrat. Padahal pada pengalaman tahun lalu, gaung Pilkada belum ditabuh, sudah banyak calon yang “dlusupan” kepartai partai untuk dijadikan kendaraan politik. Hal ini dapat dimaklumi karena untuk saat ini sangat sulit untuk menandingi atau mengalahkan sang petahana dalam kontestasi di Pilkada serentak 2020 nanti.

“Saya bisa memahami jika hingga saat ini tidak ada keberanian dari calon lain untuk maju di Pilkada Klaten 2020. Karena secara hitungan kasar sangat sulit mengalahkan sang petahana, apalagi diusung oleh partai pemenang Pemilu yang didukung partai Golkar. Sehingga wajar jika partai politik lainpun juga berpikir ulang untuk mengusung calon di Pilkada nanti”, tegasnya.

Dalam Pilkada serentak yang akan digelar pada September 2020 mendatang, PDI Perjuangan Klaten kembali mengusung Hj Sri Mulyani yang juga ketua DPC PDIP Klaten maju di Pilkada. Sementara Partai Golkar secara resmi telah memutuskan sang ketuanya Yoga Hardana untuk menjadi orang nomor dua mendampingi Hj Sri Mulyani. Walau pasangan tersebut belum final, namun siapapun wakilnya memang sangat sulit mengalahkan sang Petaha.

Jika kondisi politik akan seperti ini terus maka bukan tidak mungkin Pilkada 202 nanti Hj Sri Mulyani akan berhadapan dengan kotak kosong. Atau bias jadi melawan Balon Bupati “buatan” agar pelaksanaan Pilkada Klaten tampak berjalan demokratis. (neogil)





Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...