Handoko Generasi Ke 3 Pak Soempel Tukang Sol Sepatu Yang Legendaris.

Handoko generasi ke 3 alm paak soempel.
Klaten Mattanews.comBagi masyarakat Klaten tempo dulu yang ada di era tahun 1970an pasti tidak asing dengan nama Pak Sumpel sosok tukang sol sepatu yang dulu mangkal di pasar Klaten tepatnya belakang toko sepatu Italia dan toko Ramai Klaten. Seorang tukang sol sepatu yang begitu melekat dan melegenda bagi masyarakat Klaten khususnya yang berada di seputaran kota, karena kualitas pekerjaanya yang baik, halus, murah dan pantas dibanggakan.

Saat itu sol sepatu di Klaten memang banyak dan bertebaran ada dimana-mana. Namun dari sekian tukang sol Sepatu sosok Pak Sumpellah yang begitu dikenal masyarakat Klaten. Karena selain murah dan cepat, kualitas hasil pekerjaanya tak perlu diragukan lagi. Sehingga seiring berjalannya waktu banyak sol sepatu yang tutup gulung tikar. Sementara Sol sepatu Pak Sumpel tetap eksis dan tetap ada hingga sekarang.

Pak Sumpel memang sudah tak ada. Namun hingga kini namanya masih begitu dikenal dan melekat dihati masyarakat Klaten. Namun kepiawaian pak Sumpel dalam mereparasi sepatu tampaknya tidak hilang begitu saja. Karena kita masih bisa mendapatkan sol sepatu pak Sumpel yang kini buka reparasi di kampung Pandanrejo Klaten tepatnya didepan gedung Eko Kapti Klaten.

Adalah sosok Handoko beserta sang istri tercinta Mulyati generasi ke 3 almarhum pak Sumpel yang hingga kini masih meneruskan usaha sang kakek. Walau dunia sudah modern dan serba digital serta model sepatu yang semakin keren dan variatif namun sol sepatu yang dikelolanya sejak tahun 1987 ini masih tetap eksis dan membawa berkah.
Segala macam merek tas   
“Saya generasi ke 3 dari almarhum pak Sumpel mas. Saya adalah salah satu dari cucunya yang terus menekuni usaha warisan simbah. Saya sendiri merintis usaha ini sejak tahun 1987 hingga sekarang. Alhamdulillah pelanggan terus datang silih berganti walau dunia sudah semakin modern seperti ini”, ujar Handoko saat ditemui ditempat usahanya.

Dunia sol sepatu menurut Handoko bukan hal yang baru baginya. Karena dulu sejak masih duduk dibangku kelas 4 SD dirinya sudah sering diajak kakeknya (almarhum pak Sumpel) pergi ke Jogya dan Solo untuk mencari bahan baku. Seperti misalnya alas sepatu, kulit asli hingga kulit sintetis. Selain itu dirinya juga sering membantu sang kakek menjahit sepatu usai pulang sekolah.

“Sejak kecil saya memang sering diajak kakek pergi mencari bahan baku. Setelah itu saya diajari cara menjahit sepatu dengan benar dan baik. Almarhum selalu menekankan pada saya nggak perlu tergesa-gesa dalam mengerjakan, yang penting kuat, rapi dan baik, sehingga pelanggan puas. Itulah wasiat kakek yang selama ini saya pegang”, ujarnya.

Sebagai generasi ke 3 dari almarhum pak Sumpel Handoko yang buka usaha sol di jalan Dewi Sartika ini tetap meneruskan apa yang telah menjadi ciri khas warisan sang kakek. Teliti, rapi, rajin dan kuat itulah yang terus dilakukan dalam menggarap sepatu pelanggan. Alhasil dengan kegigihan dan keuletan serta terus menjaga kualitas garapan hingga kini usahanya tetap eksis dan lancer.
Berbagai merek sepatu mulai dari kulit,sintetis dan plastik

Tarif reparasi sepatu “pak Sumpel” generasi ketiga relative murah. Mulai dari servis ringan Rp 20.000 hingga reparasi ganti sol yang mencapai Rp 100 ribu lebih. Semua tergantung tingkat kerusakan dan bahan yang digunakan. “ Tarif relative mas. Kalua hanya ringan mungkin hanya Rp 15 ribu hingga 40 ribu. Tapi kalaau rusaknya berat atau ganti sol sudah beda lagi”, ujarnya.

Menggarap sepatu, sandal atau tas dengan bahan kulit atau plastic, rata rata memerlukan waktu 2 hingga 3 hari. Namun antrinya bisa sampai 1 minggu. Hal ini karena banyaknya pelanggan yang memperbaiki sepatu.Selain sepatu bapak dua anak ini juga menerima servis segala macam merek tas mulai dari dompet, tas wanita hingga tas koper,

Dalam setiap hari Handoko mengaku rata –rata mampu menggarap 10 hingga 15 pasang sepatu pelanggan. Sepatu tidak hanya dari masyarakat umum. Kadang dirinya juga diminta memperbaiki sepatu milik Bupati atau Kapolres. “Kadang ajudan Kapolres atau Bupati datang kesini untuk memperbaiki sepatunya yang rusak mas”, ujarnya. (tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

1 komentar:

  1. Terimakasih ya mas utk tulisannya.Tp alamatnya salah bukan di jln dewi sartika tp di jln bali no 20 klaten

    ReplyDelete

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...