Untung Joko Purwadi: Tidak Boleh Ada Tes Calistung Dalam Penerimaan Siswa SD.

KLATEN MATTANEWS.COM Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Klaten Utara,Klaten Jawa Tengah Untung Joko Purwadi.Spd.MM.Pd menegaskan pihak sekolah dasar (SD) dilarang keras menyelenggarakan tes calistung dalam penerimaan siswa. Hal ini ditegaskan Untung karena tahun lalu pihaknya masih sering mendengar ada pihak sekolah dasar yang melakukan tes calistung walau dalam bentuk atau cara yang disamarkan.

“Saya meminta dan menghimbau agar para penyelenggara sekolah dasar untuk tidak melakukan tes calistung dalam bentuk apapun dalam penerimaan siswa baru ditahun ajaran baru nanti. Namun sekolah harus wajib menerima siswa yang sudah menginjak umur 7 tahun. Dan tentunya jika ada sekolah yang nekad melakukan tes calistung pada penerimaan peserta didik tahun ajaran baru nanti, tentu kita akan memberi peringatan atau teguran”, demikian ditegaskan Untung Joko Purwadi saat menerima Mattanews diruang kerjanya.
Untung J Purwadi.Spd.MM.Pd

Selain memberi peringatan pada penyelenggara sekolah dasar, Untung juga meminta agar para guru dan pengasuh PAUD dan TK (Taman Kana-Kanak) agar tidak memberikan materi calistung pada para siswa didiknya. Menurut Untung TK tidak dibenarkan untuk memberi materi calistung pada siswanya hal tersebut sesuai dengan aturan pemerintah tentang pendidikan. PAUD atau TK harus full mengajarkan permaianan edukasi yang sifatnya mendidik pada anak didiknya. 

“Sesuai aturan pemerintah TK memang dilarang untung mengajarkan materi calistung pada siswanya. Calistung baru diajarkan jika anak sudah masuk sekolah dasar (SD), khusussnya yang ada diwilayah kerja koordinator pendidikan Klaten Utara”, tegas Untung.

Sementara itu untuk tahun 2019 lanjut Untung di wilayah Klaten Utara saat ini ada 14 SD Negeri dan 7 swasta, yang akan meluluskan sebanyak 839 siswa SD. Dengan rincian lulusan SD Negeri sebanyak 501 siswa dan 338 dari SD Swasta. Mereka nantinya akan meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yakni ke tingkat SMP dengan sistim  pendaftaran atau penerimaan siswa dengan model zonasi.

Untuk  itu kepada semua orang tua wali murid mantan lulusan SPG Muhammadiyah Klaten ini meminta agar orang tua jeli dalam mendaftarkan atau mencarikan sekolah pada anaknya. Karena dengan sistim zonasi, lanjut Untung sekolah akan memprioritaskan siswa yang berada dilingkup sekitar sekolah. Sehingga sudah tidak mungkin anak yang berdomisili di Wedi akan sekolah di salah satu SMP yang berada di wilayah kota Klaten.

“Dengan pengetrapan aturan baru dalam hal penerimaan peserta didik baru, kita semua berharap akan terjadi pemerataan sebaran siswa diwilayah masing-masing. Selain itu dengan sistim zonasi ini diharapkan semua sekolah negeri baik SD atau SMP akan memiliki peserta didik sesuai kuota”, harapnya.(tev)  


Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...