Bupati Klaten H.Sri Mulyani Lantik 268 Kepala Desa. 135 Petahana,135 Kades Baru

Bupati Klaten Sri Mulyani saat melantik Kepala Desa baru
KLATEN MATTANEWS.COM - Bupati Klaten Hj Sri Mulyani, Kamis pagi, 16 Mei 2019 melantik dan mengambil sumpah sebanyak 268 kepala desa hasil Pilkades serentak tahap II yang diadakan 13 Maret 2019 lalu.  Kades yang dilantik terdiri dari 135 kades petahana,dan 133 kades baru yang baru. Dari jumlah tersebut 250 kades laki-laki dan 18 kades perempuan.  

Saat pelantikan para Kades  mendapat Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Kepala Desa dengan masa jabatan enam tahun, periode 2019 sampai 2025.  Selain itu mereka juga mendapat payung songsong agung sebagai simbol, seorang kepala desa haarus bisa dan mampu menjadi pengayom warga dan rakayatnya.

Bupati dalam sambutannya meminta agar meraka yang dilantik mampu bekerja dan menyerap semua aspirasi serta suara arakyat dan jangan sampai menciderai rakyat. Karena mereka dipilih oleh rakyat dan harus mampu bekerja bersama rakyat dalam mensejahaterakan raakyat. Dirinya juga mengaku sengaja meencari bulan puasa untuk melantik, karena bulan Romadhon adalah bulan yang penuh berkah dan rahmat, sehingga dirinya memiliki harapan besar semua kepala desa yanag dilantik benar-benar memiliki rahmat dalam berjuang dan bekerja untuk kesejahteraan rakyat.

Dalam kesempatan itu Bupati jiuga berpesan agar semua Kepala Desa mampu mengunakan anggaran dana desa dengan baiak, tepat sasaraan serta transparan demi kemajuan dan kesejahteraan desa dan rakyat. Untuk itu semua yang akan dikerjakan hendaknya selalu melalui rembuk desa dan mendengarkan suara rakyat.

” Kami berharap dan meminta agar semua kepala desa baik yang baru atau petahana, untuk selalu bekerja dan membangun desanya dengan cara mengajak warga atau melakukana rembuk desa, agar semua yang dikerjakan bisa diterima dan dinikmati warga Untuk itu kepala desa harus transparan dalam mengelola dana desa”, tegasnya.

Dijelaskan, sebagai aparatur desa, maka para kepala desa dan perangkatnya harus siap berbaur dan memasyarakat dengan warga. Ada pitutur luhur para sepuh zaman dahulu untuk bisa diamalkan. Sebagai aparatur negara, maka  harus memiliki sifat rumekso, rumasuk, rumesep lan rumongso sebagaimana pelajaran para leluhur  dahulu.(tev/di)  


Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...