Tahun 2018 Klaten Gelontorkan Dana 207,4 Milliar Untuk Perbaikan Jalan.

KLATEN MATTANEWS.COMKlaten Maju Mandiri Dan Berdaya Saing. Sebuah Slogan yang dicanangkan mantan Bupati Klaten Hj Sri Hartini saat menjabat sebagai Bupati. Slogan yang mencerminkan tekad sosok pemimpin dalam membangun kota Klaten agar mampu berdiri dengan kaki yang kokoh dengan segala kemampuan dan kerhasilannya. Kini Slogan tersebut terus dilanjutkan dan dilaksanakan  oleh Hj Sri Mulyani selaku Bupati Klaten sang penerus, demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Klaten.  

Untuk meraih semua harapan tersebut kini Bupati Klaten Hj Sri Mulyani terus melakukan berbagai gebrakan pembangunan disegala sektor serta inovasi agar semua dapat berjalan beriringan tanpa harus mengesampingkan sektor lainnya. Mulai dari pembangunan infra struktur, pertanian, perindustrian, perdagangan, koperasi, UMKM, kesehatan dan pendidikan semua mendapat perhatian yang penuh dan terintregarsi.
 
Jalan raya Bayat-Wedi dengan kontruksi Cor beton
Untuk pembangunan infra struktur jalan, pada tahun 2018, Bupati Klaten Hj Sri Mulyani menggelontorkan dana sebesar Rp 207.451.000.000 guna perbaikan jalan dan jembatan. Hal ini dirasa perlu oleh Bupati karena Jalan merupakan kunci utama suksesnya pemerataan pembangunan, karena  transportasi akan berjalan lancar yang artinya perekonomian rakyat juga ikut lancar.

Kepala PU Klaten Ir Tadjudin Akbar didampingi Kabid Bina Marga Suryanto menegaskan untuk tahun 2018 Klaten melakukan berbagai kegiatan perbaikan jalan yang meliputi, peningkatan, pemeliharaan disertai pembangunan trotoar, pembangunan jembatan rehabilitasi jembatan hingga pembangunan talud. Kegiatan tersebut menghabiskan dana sebesar Rp 207.451.000.000 yang berasal dari berbagai sumber.

“Sesuai arahan Bupati kita melaksanakan kegiatan sesuai program dan rencana yang ada. Hingga saat ini mendekati akhir tahun dari semua proyek perbaikan jalan dan pembuatan jembatan semuanya sudah mencapai 85 persen selesai. Artinya sebelum akhir tahun semua pengerjaan jalan dan jembatan sudah selesai”, ujar Tadjudin.
 
Kepala PU Klaten Ir Tadjudin Akbar
Untuk pengerjaan peningkatan jalan lanjut Tadjudin terdiri dari 69 ruas meliputi, 62 ruas jalan atau sepanjang 75,30 km, dengan dana yang berasal dari APBD sebesar Rp 152.350.000.000. 5 ruas jalan sepanjang 11,50 Km didanai dari DAK, 1 ruas jalan sepanjang 1,30 Km dari dana Bankeu Prof serta 1 ruas jalan sepanjang 2 Km dibiayai dengan dana DBHCHT sebesar Rp 3.500.000.000. Sedang untuk pemeliharaan rutin jalan dan jembatan sepanjang 25 Km dibiayai dana APBD dengan total anggaran Rp 7.000.000.000.

Sedang untuk pembangunan jembatan menurut Tajudin tahun 2018 PU membangun 3 jembatan baru serta merehab 2 jembatan dengan total panjang 50,4 Km. Total anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan jembatan sebesar Rp 11 milliar yang berasal dari dana APBD. Sementara untuk pembangunan 4 buah Talud sepanjang 1,46 Km menghabiskan dana sebesar Rp 1.200.000.000 berasal dari dana APBD.

Dibanding tahun lalu menurut Tadjudin anggaran untuk perbaikan atau peningkatan jalan menurun dibanding tahun lalu. Hal ini dikarenakan kondisi jalan di Klaten sudah banyak yang baik, sehingga anggaran untuk peningkatan jalan tidak terlalu tinggi. Hal inilah yang membuat anggaran untuk jalan dan jembatan tidak sebesar tahun lalu.
 
Kabid Bina Marga Pu Klaten Suryanto
Sementara itu Kabid Bina Marga Suryanto menjelaskan saat ini Klaten memang tengah menggenjot pembangunan jalan dengan kontruksi Cor guna menghindari kerusakan jalan akibat kendaraan bermuatan melebihi kapasitas. Hal ini biasanya terjadi di jalur-jalur angkutan truk matrial atau di beberapa titik jalan di Klaten yang kondisi jalannya labih karena tanahnya bergerak.  

Untuk pembangunan jalan dengan kongruksi Cor beton lanjut Suryanto banyak dibangun di wilayah utara kota Klaten, khususnya di wilayah Kecamatan Kemalang, Karangnongko, Manisrenggo, dan Tulung. Hal tersebut dilakukan karena diwilayah tersebut sering melintas truk muatan matrial pasir dan batu dari wilayah lereng gunung Merapi. Selain didaerah tersebut pembangunan jalan dengan kontroksi cor beton juga dilakukan dibeberapa tempat seperti di wilayah Cawas, Bayat, Pedan, serta Karangdowo, karena tekstur tanahnya memang tanah lempung gerak.

Saat ini lanjut Suryanto total pembuatan jalan dengan kontruksi cor beton sudah mencapai sekitar 100 Km yang tersebesar membentang di beberapa titik di masing masing wilayah. Walau berbiaya tinggi, namun pembangunan dengan sistim ini akan terus dilakukan PU Klaten mengingat jalan dengan kontruksi Beton mampu bertahan lebih dari 10 tahun jika disertai perawatan yang baik.
 
Kondisi jalan kampung di wilayah Klaten
Masalah Jalan di Klaten memang sangat klasik sejak dulu hingga sekarang. Kerusakan sering terjadi karena faktor geografis letak Klaten yang ada ditengah dua kota dengan kondisi lalu lintas yang padat, sementara kelas jalan di Klaten semuanya hanya masuk dalam katagori kelas III dengan beban berat maksimal 8 ton. Hal itu semakin diperparah dengan Klaten sebagai penghasil galian C, dimana lebih dari 1000 truk setiap hari melintasi jalan-jalan di Klaten dengan tonase yang melebihi kapasitas normal. Sehingga jalan di Klaten sering rusak.  

Maka solusi paling tepat pembangunan jalan di Klaten harus menggunakan kontroksi Cor beton untuk jalur-jalur tertentu, terutama jalur muatan matrial dan tanah bergerak. Sementara untuk ruas jalan lain cukup peningkatan jalan dengan kualitas pengerjaan yang baik.

Kebijakan Bupati Klaten Hj Sri Mulyani yang begitu total dalam memperhatikan apa yang menjadi keluhan masyarakat terkait masalah jalan kini berangsur membuahkan hasil dan dapat dirasakan warga. Selain dana dari APBD dan pusat, dengan dana desa, warga secara mandiri mulai mampu membuat jalan yang baik. Sehingga kini hampir semua jalan di Klaten baik jalan DPU atau jalan desa maupun jalan kampung semua sudah beraspal atau cor dengan kondisi baik. (advetorial)


      

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...