Sendang Sinongko Asat Ratusan Petani Kelabakan. Pemancing Bingung.

Sendang Sinongko  Pokak kering kerontang
KLATEN MATTANEWS,COM- Ratusan petani dan para pemancing di wilayah kecamatan Ceper dan sekitarnya “kelabakan” menyusul asatnya waduk sendang Sinongko yang berada di desa Pokak, kecamatan Ceper Klaten Jawa Tengah. Hal ini merupakan kejadian yang kedua kalinya terjadi dan belum pernah dialami di tahun-tahun sebelumnya.

 
Akibat keringnya sendang kebanggaan warga Pokak yang juga merupakan aset wisata ini, membuat para petani di sekitar desa Pokak dan sekitarnya “kelimpungan” untuk mendapatkan air guna menggarapa sawah mereka. Petani terpaksa mengunakan diesel pompa air untuk mengocori sawah mereka.

“Baru dua tahun terakhir ini sendang ini mengalami kekeringan fatal. Padahal tahun tahun sebelumnya endang ini tidak pernah asat. Bahkan saat kemaraupun mampu mengocori lahan persawan petani disekitar desa ini,”, ujar Sutaryanto salah satu warga Pokak.

Menurut Sutar tanda-tanda surutnya air di sendang Sinongko memang sudah ada sejak 3 tahun silam, dimana di daerah sekitar sendang kini sudah banyak berdiri pabrik-pabrik. Ada kemungkinan dan dugaan faktor inilah yang membuat persediaan air di sendang Sinongko mengalami penurunan secara dratis.

”Dulu ketika disekitar wilayah ini belum berdiri pabrik, sendang ini tak pernah kering sepanjang musim. Tapi sekarang, seiring menjamurnya pabrik disekitar Ceper, air embung mengalami penyusutan debit yang luar biasa”, ujarnya.   

Sementara salah satu petani yang erhasil ditemui mengaku heran dengan kondisi sendang yang bisa asat dalam dua tahun terakhir ini. Menurutnya ditahun-tahun sebelumnya sendang terebut tak pernah asat. Akibat kejadian ini dia harus mengeluarkan uang tambahan untuk membeli air. 
Hampir setiap hari Singkek Cs mancing mencari ikan disini
Hal sama ditegaskan Eko Ponianto alias Singkek warga Jambukulon Ceper Klaten. Menurutnya selama ini memiliki pekerjaan sampingan mencari ikan dengan cara memancing dan Narang di sendang. Namun karena sekarang asat penghasilannyapun menyusut dratis. Padahal dihari-hari biasa sekali mancing dia bisa mendapat ikan 4 sampai 10 kg ikan nila dengan harga Rp 30.000/kg. "Lumayan mas setiap hari rata -rata ada pemasukan Rp 200.000 bisa buat tambah jajan anak. Kalau asat begini pemasukan saya jadi berkurang mas", ujar pengusaha traktor yang punya hobi mancing ini.    

Dalam dua bulan terakhir ini kondisi sendang Sinongko memang sangat memperihatinkan. Tempat yang semula dapat dijadikan lokasi wisata lokal dan tempat  warga melakukan rekreasi mancing kini kondisinya kering dan berdebu.
T
Selain itu ternyata kekeringan tidak hanya terjadi di embung sendang Sinongko, karena sat ini banyak sumur warga yang juga mengalami kekeringan. Bahkan menurut Aditomo perangkat desa setempat ada sekitar 20 persen warga Pokak saat ini kesulitan air.

Warga hanya bisa pasrah melihat kondisi ini. Dan untuk mendapatkan air tak sedikit warga yang harus mencari air kerumah tetangga atau membeli air.” Kita hanya bisa pasrah mas dengan kondisi saat ini”, ujar Aditomo(nggih/red)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...