RSD Bagas Waras Klaten "Kebanjiran" Pasien. Buka 2 Poly Dalam.

Halaman RSD terpaksa dijadikan ruang tunggu pasien
KLATEN MATTANEWS.COM Menghadapi peraturan baru nomer 4 tahun 2018 tentang pelayanan berjenjang pasien BPJS, RSD Bagas Waras Klaten, Jawa Tengah tingkatkan pelayanan serta afasilitas untuk pasien. Hal ini dikarenakan jumlah pasien mengalami peningkatan signifikan. Setiap harinya rata-rata pasien mencapai 500 pasien BPJS dan umum. Guna mengantisipasi bludaknya jumlaah pasien, jumlah jumlah kursi diruang tunggu ditambah, termasuk melakukan medling bagi beberapa tenaga medis tenaga medis serta jam masuk lebih awal. Sedang khusus hari Sabtu layanan penyakait dalam buka 2 poli.

“ Sejak adanya aturan pelayanan pasien BPJS berjenjang, RSD Bagas Waras memang mengalami peningkatan jumlah pasien sangat signifikan. Mbludaknya jumlah pasien kita antisipasi dengan berbagai cara dan langkah, seperti menambah ruang dan bangku diruang tunggu dan poliklinik, melakukan medling atau sistim masuk shif bagi tenaga medis serta membuka layanan laborat lebih awal”, demikian ditegaskan Y.Herry Martanto,SKM.M.Kes (Epid), Kabid penunjang medik dan non medik RSD Bagas Waras Klaten  saat ditemui MATTANEWS  diruang kerjanya.

Menurut Herry penambahan jumlah kursi diruang tunggu yang disertai penambahan peralatan lain seperti alat panggil untuk pasien, AC dan kipas angin bertujuan agar pasien tetap dalam kondisi nyaman saat menunggu giliran dipanggil. Selain itu RSD Bagas Waras juga membuka layanan periksa laborat lebih awal, dimana sejak jam 06.00 pagi petugas laborat sudah siap melayani pasien, sebelum mereka periksa ke poliklinik. Sehingga hal ini sangat membantu dalam proses pemeriksaan dimana pasien bisa menghemat waktu.   
Kabid Layanan medik & non Medik Y. Herry M. SKM.M.Kes
Selain itu lanjut Herry, dibeberapa poliklinik atau bangsal, juga dilakukan sistim medling bagi para tenaga medis atau perawat, dengan tujuan agar semua pasien dapat terlayani dengan baik. Dan guna mencapai target tersebut selain medling RSD Bagas waras juga mengetrapkan pembatasan kuota pemeriksaan di masing-masing Poliklinik bagi pasien BPJS. Hal ini dilakukan agar pasien tetap mendapat layanan kesehatan yang baik dan prima. Termasuk disini membuka unit 2 poli layanan kesehatan untuk penyakit dalam khusus hari Sabtu.

Sejak adanya aturan  Setiap hari jumlah pasien  yang sehari mencapai 250 kini meningkat menjadi sekitar 550 pasien BPJS/hari. Sementara untuk pasien umum dalam posisi stabil cenderung meningkat. Sementara dari jumlah tersebut rujukan yang paling tinggi masuk dalam layanan poliklinik penyakit dalam dan saraf.  Dan guna memaksimalkan kualitas layanan saat ini untuk layanan saraf dan penyakit dalam setiap harinya hanya dibatasi untuk 70 pasien. “ Sebenarnya kita mampu melayani semua mas. Namun demi pelayanan yang tetap berkualitas dan bermutu kita batasi, agar hasil layanan kesehatannya baik dan bagus”, tegasnya.

Terkait adanya keluhan bagi pasien yang sering kesulitan untuk mendaftar, Herry menjelaskan saat ini selain cara konvensional RSD juga melayani pendaftaran via online atau WA. Namun untuk layanan WA hanya diperuntukkan bagi pasien lama atau pasien yang sudah pernah berobat di RSD Bagas Waras. Mereka cukup memfoto nomor surat kontrol, KTP,KK langsung dikirim via WA. Sehingga pasien tidak harus datang ke rumah sakit. Namun guna mengantisipasi pasien yang tidak bisa menggunakan internet cara ini hanya dibatasi untuk 15 pasien.

Selain itu pendaftaran dengan cara seperti biasa masih dilakukan. Namun saat ini guna memudahkan pasien rumaah sakit memberlakukan simtim sistim pending, dimana bagi yang daftar namun tidak dapat kuota pelayanan di klinik, dapat dilayani esok harinya.

Sementara beerapa paien saat ditemui wartawan mengaku senang berobat ke RSD Bagas Waras karena layanan yang cepat dan prosesnya tidak berbelit-belit. Selain perawat dan dokternya yang ramah, suasa rumah sakitnya bersih, tenang, nyaman dan aman, sehingga tidak terkesan sebuah rumah sakit. “Nyaman dan bersih mas tempatnya”, ujar salah satu pasien asal Gedangsari Gunung Kidul. (advetorial)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...