Tradisi Kirab Nasi Tumpeng Di Sendang Gedaren Jatinom.


KLATEN MATTANEWS.COMSabtu pagi (29/9) warga desa Gedaren, Kecamatan Jatinom Klaten, kembali menggelar tradisi leluhur berupa kirab nasi tumpeng di umbul Gedaren. Rangkaian kegiatan budaya warisan leluhur nenek moyanag tersebut dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas melimpahnya air yang sangat berguna bagi masyarakat sekitar dan para petani di daerah lain.

Tradisi bersih sendang sendiri diawali dengan arak-arakan kirab nasi tumpeng yang dibawa oleh keluarga atrah Kerto Dikromo yang meruapakan juru kunci pertama sumber mata air umbul Gedaren.
 
Tradisi ngublak sendang Gedaren Jatinom
Usai melakukan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, acara dilanjutkan dengan menguras (diublak jawa-red), sehingga air menjadi keruh. Hal ini dilakukan guna membersihkan umbul dari segala macam kotoran seperti lumpur, daun atau sampah pelastik yang ada didasar umbul.

Mustar Kuntoro salah satu ahli waris keturunan Kerto Dikromo menjelaskan tradisi bersih sendang atau umbul sudah ada sejak nenek moyangnya dan dilakukan secara turun temurun. Hal tersebut dilakukan agar air sendang tetap bersih dan terus mengeluarkan air yang jernih dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan para petani di daerah lain.

“Ini tradisi budaya nenek moyang kita yanag sudah ada sejak jaman dahulu. Apa yang kita lakukan ialah membersihkan sendang atau umbul agar tetap mengeluarkan air yang bersih dan banyak, sehingga dapat dinikmati orang banyak. Semua ini merupakan ungkapan rasa syukur kita atas semua karunia Tuhan dan limpahan rahmatNya”, ujar Mustar.(nggih)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...