Gunungan Hasil Bumi Tandai Tradisi Syukuran Banyu Umbul Pluneng

Rebutan gununan hasil bumi.
KLATEN MATTANEWS.COMRatusan warga desa Pluneng, kecamatan Kebonarum Klaten Jawa Tengah kembali menggelar acara kirab hasil bumi di komplek pemandian Pluneng. Tradisi ini merupakan kegiatan rutin turun temurun warga setempat sebagai ucapan syukur kepada Tuhan Sang Maha Pencipta atas karunia melimpahnya air di dua sumber mata air yang ada dan tak pernah kering sepanjang massa.

Ratusan warga tampak membawa gunungan hasil bumi beruapa sayur-sayuran, buah-buahan serta nasi tumpeng mengelilingi desa Pluneng. Gunungan diarak dari umbul wadon Tirto Mulyani menuju sumber mata air lanang (Tirtomulyono). Sampai disini beragai tari dan kesenian seperti tepuk air (ciblon) dimainkan guna memeriahkan acara.

Sumber mata air Tirto Mulyono dan Tirto Mulyani yang kini lebih dikenal dengan nama pemandian Pluneng memang sudah ada sejak jaman kerajaan. Konon mata air yang ada di Pluneng salah satu peninggalan sejarah yang memiliki ikatan dengan Keraton Surakarta.

Selain digunakan untuk pemandian, air dari Pluneng selama ini digunakan untuk keperluan sehari-hari warga sekitar dan para petani di daerah bawah. Konon kadar dan kandungan mineral yang ada dalam air sumber Pluneng sangat tinggi dan baik untuk kesehatan, dibanding dengan sumber air lainnya yang ada di Klaten seperti Cokro atau Jolotundo. Sehingga tak heran mulai pukul 03.00 sudah banyak warga yang mandi dan berendam dikolam ini. Meraka datang dari berbagai daerah dan kota sekitar Klaten.(nggih)   


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...