Produk Pande Besi Empu Gondrong Bumiayu, Tembus Pasar Manca Negera.


BUMIAYU
MATTANEWS.COMSejak jaman dulu kerajaan bangsa Indonesia dikenal dengan keampuhan senjata tajamnya. Sebut saja Empu Gandring dijaman kerajaan Singosari dengan keris Setan Kobernya, Empu Supo dan empu lain-lainnya. Karena keampuhan tersebut dijaman penjajahan banagsa asing yang masuk Indonesia kewalahan menghadapi gerekan perlawanan rakyat yang hanya mengandalkan senjata lokal seperti keris dan lainnya.

Warisan leluhur nenek moyang dijaman kerajaan dulu akhirnya banyak meninggalkan aneka macam senjata tajam di Indonesia. Sebut saja Keris khas senjata orang Jawa, Badik senjata khas tradisional Kalimantan, Rencong dari Aceh, Kujang khas senjata orang Jawa Barat, Clurit identik dengan rakyat Madura, Golok senjata ampuh khas Betawi, dan masih banyak lagi. Seiring dengan aneka macam senjata maka lahir pula para empu pembuat senjata mewarisi para leluhur kita.


Di Indonesia kini banyak sekali para pengerajin pande besi dengan aneka produksi yang bahan bahan bakunya terbuat dari besi, baja dan sejenisnya. Dan rata-rata dari mereka adalah memiliki garis keturunan para empu jaman dahulu, entah keturunan empu yang keberapa kalinya.
Alat petanian produk Pande besi Empu Gondrong
Salah satu pengerajin atau bengkel pande besi yang kesohor hingga manca negara ialah Bengkel Pande Besi Empu Gondrong. Hasil produksi buatan dari pande besi yang beralamat di Munggang, Kalierang, Bumiayu Mbrebes, Jawa Tengah ini konon sudah terkenal hingga manca negara. Berbagai hasil produknya seperti, cangkul, cetok, sabit, golok, pisau, pedang, Badik, cengkrong dan alat pertanian lainnya hingga senjata khas tradisional rakyat Jawa Barat Kujang mampu merambah pasar luar negeri, seperti Sabah, Brunai, Timor Timur Bahkan Malasyia.
 
Khamila Yanto bersama keluarga besarnya
MATTANEWS saat bertandang dirumahnya di jalan pasar hewan, Munggang, Kalierang, Bumiayu Brebes Jawa Tengah, Daryanto sang pemilik yang juga pengusaha Pande didampingi sang istri tercinta Khamila Khasari (Khamila Yanto), mengaku telah menggeuti dunia pande besi sejak 18 tahun silam atau tepatnya awal tahun 2000. Kini hasil produksinya sudah menyebar hingga ke manca negara serta pasaran lokal seperti, Kalimantan, Sumatera, Jambi, Pangkal Pinang, NTT, Surabaya, Nganjuk, Hingga daerah Jawa tengah Dan Jawa barat di pesisir Utara dan Selatan, seperti Cilacap, tegal dan sekiyarnya.

Usaha yang kini telah memiliki omzet puluhan hingga ratusan juta, menurut Daryanto tidak diraih begitu saja. Saat itu dia dan istrinya nekad mencari pinjaman uang sebesar Rp 3 juta untuk memulai usahanya. Awal pertama semua pekerjaan dilakukan sendiri, dibantu istri dan keluarga. Usaha mulai menampakkan hasil ketika banyak pesanan baik perorangan dan dari instansi yang membutuhkan alat-alat pertanian, seperti cangkul, sabit dan cetok. Pesanan jumlah besar biasanya dikirim ke wilayah wilayah pertanian dengan lahan luas bekerja sama dengan dinas pertanian. Seperti perkebunan kelapa sawit, pengadaan alat alat pertanian untuk para transmigran dan lainnya. 

Ketajaman, serta kualitas yang baik karena selalu menggunakan besi dan baja pilihan, membuat hasil produksi bapaak dari 3 anak ini mulai dilirik banyak pihak. Pesananpun mulai mengalir deras dari berbagai daerah sekitar hingga luar jawa dan luar negeri. Bahkan tak sedikit para pengusaha dan perorangan memesan senjata khas Jawa Barat Kujang, untuk cindera mata atau pajangan.
Arit/cengkrong siap dikirim ke NTT
“ Kita memulai dari nol mas. Mulai dari uang pinjaman, tempat masih ngontrak, hingga harus bekerja siang malam mengerjakan sendiri dan mencari bahan sendiri. Namun tampaknya Tuhan mendengar doa dan kegigihan saya dan istri, tidak lebih dari 2 tahun Yang Maha Kuasa telah membukan jalan rejeki untuk kami. Dan alhammdulillah semua kini berjalan dan ada hasilnya”, ujarnya.

Sementara menurut Khamila Yanto sang istri tercinta yang dikenal dekaat dan akrab dengan para pemancing mania Klaten, Usaha yang dirintis sang suami telah mampu menghidupi keluarganya. Dengan penghasilan rata-rata sekitar Rp 25 juta hingga 40 juta perbulan dirinya mampu menyekolahkan tiga putrinya hingga kuliah. Amira Sabila Zakiyah anak pertama kini duduk dibangku kuliah. Anak kedua Emila Ifni Nur Safitri masih duduk di SMAN I, Paguyungan dan si Bontot Verisa Asmar Anggria, Safitri duduk di bangku SMP Negeri I Paguyungan.

Kini Pande Besi miliknya telah memperkerjakan 3 tenaga tetap dan 2 tenaga pocokan, dengan penghasilan rata-rata Rp 100 ribu/hari. Dan untuk memotivasi kinerja, dirinya menganggap semua tenaganya adalah bagian dari keluarganya. Sehingga mereka memiliki rasa tanggung jawab dan rasa memiliki usaha. Sehingga barang yang dihasilkan selalu memiliki kualitas terjamin dan dijamain baik.  
 
Kujang produksi Empu Gondrong
“Lima tenaga saja, saya anggap bagian dari keluarga ini. Selain gaji, mereka juga dapat kesejahteraan lain, seperti uang kesehatan, makan, serta tunjangan lain. Sehingga mereka memiliki semangat kerja yang baik dan selalu bekerja dengan baik dan sungguh-sunguh. Kita menghargai mereka, maka merekapun akan menghargai kita”, ujar wanita yang lebih akrab dipanggil dengan sebutan Khamila Yanto ini.

Produksi barang barang buatan bengkel pande besi Empu Gondrong, memang dikenal memiliki kualitas nomor satu. Maka tak heran selain bbanyak pesanan, harganyapun lumayan mahal tergantung permintaan pembeli. Seperti misal Harga Cangkul mulaia dari yang Rp 150 ribu hingga Rp 350.000, Golok mulai dari yang Rp 70 ribu hingga Rp ribu, Pedang mulai dari yang Rp 1 juta hingga belasan juta, Kujang mulai dari Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta serta pisau mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu.biji. Dan aneka produk lain seperti cengkrong (arit), badik, cetok dan lainnya.

Banyak pengerajin pande besi di Jawa Tengah dan Brebes. Namun untuk mendapatkan yang memiliki produksi baik dan tajam cukup sulit. Namun dengan menggunakan besi dan baja pilihan hasil produksi bengkel pande besi Empu Gondrong memang sudah begitu kesohor di wilayah Bumiayu.Brebes dan sekitarnya. Tak ada istilah senjata buatan empu Gondrong mleyot saat digunakan untuk memotong sesuatu. Kualitas inilah yang akhirnya membuat hasl produksi pande besi Empu Gondrong yang sudah berjalan 18 tahun terus diburu pelanggan dan mampu bersaing dengan produksi lokal dan produksi manca negara. (batavia)  



Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...