Lestarikan Budaya Lokal, 25 SD Lereng Merapi Klaten Gelar Fistival Jatilan.

KLATEN MATTANEWS.COMSedikitnya 25 Sekolah dasar (SD) di wilayah lereng gunung Merapi di wilayah kecamatan Kemalang, Klaten Jawa Tengah menggelar festival budaya Jatilan serta kuda lumping. Pagelaran yang dimainkan anak-anak SD ini bertujuan untuk tetap melestarikan budaya warisan nenek moyang agar tidak dilupakan para generasi muda, sekaligus mengenalkan budaya tersebut pada mereka.

Permainan kuda lumping pada umumnya dimainkan oleh para orang dewasa. Namun kali ini budaya yang sedkit memiliki unsur magis ini dimainkan oleh anak –anak SD dengan baik rancak dan tampak menghayati. Dalam festival tersebut satu gruop dimainkan oleh 5 hingga 6 pmain dengan durasi pertunjukan 10 menit.
 
Atraksi jatilan anak SD lereng Merapi Kemalang
Festival jatilan dan kuda lumping tingkat SD baru pertama kali diadakan di Klaten. Hal tersebut ditegaskan Wuri Andayani selaku Korwil pendididkan Kecamatan Kemalang. Menurut Wuri festival memperebutkan Trophi kejuaran serta uang pembinaan. Ditegaskan pula tujuan dan motivasi utama penyelenggarran festival dimaksud untuk menggairahkan potensi lokal di Kemalang termasuk Budaya guna menggenjot sektor pariwisata. Sehingga besar nominal uang pembinaan tidak begitu menjadi tujuan utama.

“Tujuan utama kita ialah nguri-uri budaya lokal, khususnya seni Jatilan dan kuda lumping. Kita tidak ingin warisan nenek moyang ini hilang dan tidak dikenali lagi oleh generasi muda, kalah dengan budaya asing”, ujarnya.   

Sementara itu pengamat seni dan udaya Klaten Jimbling Supriyadi Haryo Kusumo mengapresiasi atas terselenggaranya festival Jatilan di wilayah lereng Merapi. Menurut Jimbling festival yang dilakukan di lereng Merapi tersebut sudah sangat pas, mengingat di daerah tersebut hampir semua desa memiliki group jatilan dan kuda lumping. Bahkan menurut catatannya saat ini ada sekitar 70 gorup Jatilan di wilayah Kecamatan kemalang, Manisrenggo  dan Sekitarnya.

“Ini merupakan teroboan serta langkah yang perlu diapresiasi dan diangkat ke level yang lebih tinggi lagi. Jatilan dan kda lumping adalah warisan budaya nenek moyang yang identik dengan masyarakat Jawa. Maka sudah saatnya kita mengenalkan budaya tersebut kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan dan tetap tahu jika, memiliki budaya lokal yang penuh dengan nilai nilai filosofi tinggi tentang hidup dalam keberagaman”, tegasnya.

Diakui saat ini budaya asli Indonesia dengan nilai kearifan lokalnya nyaris punah tergerus oleh  budaya asing. Baik dari daratan Eropa atau Timur tengah. Padahal budaya asing tersebut sangat tidak cocok dengan kultur masyarakat Indonesia. (nggih)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...