Kejaksaan Klaten Selamatkan Uang Negara Rp 150 Juta.

KLATEN MATTANEWS.COMKejaksaan negeri Klaten melalui Pidsus (Pidana Khusus), pada tahun 2018 hingga sekarang, telah mencatat kerugian uang negara yang mencapai Rp 2,1 milyar. Dari jumlah tersebut berhasil disetorkan sebagai denda ke kas Negara sebesar Rp 150 juta. Sementara itu, untuk tahap penyelidikan ada 3 kasus,  tingkat penyidikan ada 3 kasus, penuntutan 3 kasus, dan putusan (bahkan sudah eksekusi) ada 1 kasus,” ungkapnya
 Meski begitu upaya Kejari Klaten dalam penindakan korupsi tidak pernah berhenti. Bahkan, pada tahun 2018 ini, Kejari Klaten telah melakukan upaya penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan bahkan putusan atas kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Klaten.
 
Peringatan hari Adyaksa kejaksaan negeri Klaten
“Ini perintah atasan. Kami diminta untuk mengedepankan upaya pencegahan atau preventif daripada langkah penindakan atau refresif terkait kasus korupsi. Pertimbangannya, kalau pencegahan itu belum terjadi korupsi. Sehingga Negara belum mengalami kerugian (uang negara),” Hal tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Klaten Feri Mupahir dalam acara peringatan hari Bbhakti Adyaksa 2018 dengan tema “Berkarya dan berbakti sepenuh hati menjaga negeri”, dihalaman kantor Kejaksaan Negeri Klaten Senin (23/7).
 Dalam rangkaian kegiatan peringatan diisi pula kegiatan sosial yakni khitanan masal yang diikuti 157 anak, sosialisasi pengelolaan keuangan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Desa dan Camat, perlombaan olahraga, jalan santai, donor darah dan pemeriksaan kesehatan, dzikir dan doa, anjangsana ke panti asuhan, menanam pohon di Desa Jiwo Wetan, upacara peringatan HBA, ziarah ke Taman Makam Pahlawan Ratna Bantala, pemberian beasiswa anak SD sampai SMA, lomba menghias tumpeng, dan tasyakuran.
 Sementara dalam membacakan sambutan Jaksa Agung, Feri meminta kepada jajaran Kejaksaan di seluruh Indonesia untuk mengedepankan upaya pencegahan atau tindakan preventif ketimbang langkah penindakan atau refresif terkait kasus korupsi. Meski begitu, Kejaksaan tetap menempuh langkah penindakan bila sudah ditemukan alat bukti yang cukup dari suatu tindak pidana korupsi.
 Sedang Bupati Klaten Sri Mulyani berharap, kinerja jajaran Kejaksaan Negeri Klaten lebih baik. Apalagi, tantangan ke depan semakin berat dan susah. “Rakyat menaruh harapan yang besar pada Kejari Klaten dalam upaya penegakan hukum yang tepat dan obyektif untuk menyejahterakan rakyat,” harapnya.(to/red)




Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...