Jelang Idul Adha Harga Sapi Mulai Merangkak Naik.

KLATEN MATTANEWS.COM - Memasuki musim haji dan jelang hari raya Idul Adha harga hewan korban mula merangkak naik. Harga sapi, kerbau, kambing mulai mengalami peningkatan mulai dari Rp 2 – 3 juta/ekor. Satu ekor sapi yang semula seharga Rp 17 juta kini mulai naik menjadi Rp 19 – 20 juta.

Hasil pantauan MATTANEWS dilapangan, gejala kenaikan harga tersebut tidak hanya terjadi di pasar hewan seperti, Prambanan, Jatinom atau Kliwonan pasar Klembon. Harga di para pemilik atau peternak juga sudah mengalami hal sama, sehingga dipredisksi mendekati hari raya Idul Adha kenaikan hewan koran ditangan penjual atau dipasar hewan bisa meningkat lebih mahal lagi.
 
Suasana dipasar hewan Prambanan Klaten
Di pasar hewan Prambanan yang merupakan pasar hewan terbesar di Klaten, tampak sekitar 250 pedagang/penjual sapi selalu memadati di hari-hari pasaran. Mereka menawarkan berbagai jenis hewan korban, khususnya sapi mulai dari yang berumur 1 tahun hingga sapi dengan nilai jual mencapai Rp 110 juta. Umumnya pedagang tersebut  berasal dari wilayah Kemalang, Jatinom, Manisrenggo, Bayat, Tulung,Cawas dan beberapa pedagang luar kota.

Adanya kenaikan harga tersebut ternyata cukup disyukuri para pedagang hewan di Klaten. Hal ini mengingat beberapa waktu lalu harga hewan seperti sapi dan kambing sempat anjlok. “Lumayan mas setahun sekali harga bisa naik. Namun demikian kenaikan masih dalam batas wajar dan terjangkau para pembeli”, ujar salah atu pedagang sapi asal Manisrenggo.

Sementara itu plt Kepala pasar hewan Prambanan Warsito Warok didampingi petugas kesehatan hewan dari Dipertan Klaten Margito menjelaskan volume penjualan hewan qorban akan mengalami peningkatan 2 minggu sebelum Idul Adha.

Terkait kesehatan hewan qorban, Warsito menegaskan dapat dipastikan semua hewan yang dijual di pasar hewan Prambanan memliki kriteria yang telah ditetapkan. Baik dalam hal kesehatan, sterilisasi dari penyakit hingga umur hewan sendiri. Hal ini karena setiap hewan yang masuk selalu mendapat pengawasan dan cek kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan hewam.

“Mudah-mudahan kemungkinan adanya hewan yanag sakit atau tidak layak jual, dipasar Prambanan tidak ada. Petugas kami akan terus melakukan pemantauan, khususnya bagi hewan yang akan digunakan untuk qorban”, ujar Warsito. (aji/get)



Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...