"Dijegal Dinas" Rombongan Tari ESPERO Klaten Gagal Berangkat Ke Semarang. Akhirnya Lapor Bupati

Anak anak ESPERO Klaten saat unjuk kebolehan
KLATEN MATTANESW.COMMerasa “Dizolimi” oleh keputusan Dinas Pendidikan Klaten Jawa Tengah, rombongan penari dari ESPERO (SMPNegeri II) Klaten menghadap sekaligus melapor pada Bupati Klaten Hj Sri Mulani. Kedatangan rombongan ini ingin minta keadilan serta jawaban mengapa timnya dibatalkan ikut festival dan diganti oleh alah satu SMP di Klaten.

Dihadapan Bupati perwakilan rombongan menceritakan kronologi proses terpilihnya SMP Negeri II mewakili lomba tari di Propinsi serta adanya proses pembatalan secara mendadak dari Dinas Pendidikan Klaten. Oleh Bupati rombongan penari SMP Negeri II Klaten disarankan untuk menemui Asisten I Ronny Roekminto. Dirinya berharap masalah tersebut dapat diselesaikan dan dicarikan jalan terbaik karena membawa nama baik di tingkat provinsi.

Menurut salah satu wali murid SMP negri II Klaten, pembatalan mendadak dilakukan setelah salah satu guru SMP Negeri II Klaten “dipanggil” untuk datang menghadap di Dinas pendidikan. Disini mereka diberi tahu jika keberangkatan tim tari SMP Negeri II dibatalkan, tanpa alasan jelas.  Namun beredar isu gagalnya keberangkatan tim MP Negeri II karena Dinas Pendidikan sebelumnya didatangi oleh beberapa guru dari salah satu SMP swasta di Klaten, yang akhirnya SMP ini yang berangkat ke Semarang.

“Kita telah mencoba datang ke Dinas pendidikan untuk mencari tahu alasan mengapa mereka membatalkan keberangkatan anak-anak yang sudah melakukan persiapan sejak dini dan justru mengganti dengan tim tari dari sekolah lain. Namun saat sampai di Dinas tak ada satupun yang dapat ditemui disana. Ada apa dibalik semua pembatalan dan penggantian utusan ini. Maka kami sepakat melapor pada Bupati. Kami tetap ingin mencari kebenaran dan keadilan atas kejadian ini”, tegasnya.
 
Siswa dan orang tua ESPERO Klaten saat menghadap upati
Tim tari SMP Negeri II Klaten (ESPERO) rencananya akan mewakili tim tari pelajar Klaten dalam lomba tari di Semarang Rabu (11/7) mendatang. Keberangkatan dan penunjukan tim tersebut berdasarkan atas hasil Festifal Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang digelar di SMP Islam Lazuardi Al-Falah GIS Klaten tanggal 28 Juni lalu. Dimana Tim asuhan ibu Woro Subaningsih ini mampu keluar sebagai juara pertama. Dan dalam kesempatan itu pula diumumkan jika atas keberhasilanya, SMP Negeri II berhak mewakili Klaten untuk mengikuti lomba tari tingkat Provinsi di Semarang.

Namun kini kini harapan anak anak SMP Negeri II Klaten untuk maju dan tampil di Semarang mewakili Klaten gagal total. Persiapan yang matang dan persiapan yang sudah 100 persen dilakukan sejak dini kandas begitu saja. Keberangkatan mereka terganjal oleh keputusan Dinas pendidikan yang diduga terjadi,setelah menerima “Lobi protes” dari salah satu SMP di Klaten. Dugaan ini mencuat karena SMP tersebut kini yang dinyatakan mewakili tim tari pelajar dari Klaten berangkat ke Semarang.( tim).


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...