3 Jemaah Calon Haji Klaten Gagal Berangkat Ke Tanah Suci.


Bupati Klaten Hj Sri Mulyani saat salami calon jemaah haji
KLATEN MATTANEWS.COM - Tiga jamaah calon haji asal Klaten Jawa Tengah, dipastikan tidak bisa berangkat ke tanah suci melalui kloter pemberangkatan dari Kabupaten Klaten, pada Minggu (29/07) mendatang. Dua diantaranya gagal lantaran meninggal dunia sebelum berangkat, sedangkan satu calon pindah kloter pemberangkatan dari Jawa Timur.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Klaten, Masmin Afif, pada saat acara pamitan haji asal Klaten di Pendopo Pemkab Klaten Selasa (24/7). Pada tahun 2018 ini ada sebanyak 985 calon haji yang berangkat. Keseluruhan terbagi dalam lima kloter yakni kloter 42, 43, 44, 45 dan kloter 95. Pemberangkatan dilakukan pada hari yang sama dan hanya terpaut waktu beberapa jam.

"Tiga calon tidak berangkat dari Klaten. Yang dua sudah meninggal pada beberapa waktu lalu, sementara satu calon mengajukan mutasi keluar karena ikut berangkat bersama anaknya melalui Jawa Timur," ujarnya, Selasa (24/07/2018).

Adapun kedua calon jamaah yang meninggal dunia sebelum berangkat yakni Suharja warga Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah dan Wardoyo Raharjo warga Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan. Data yang diperoleh, keduanya meninggal lantaran sakit dan sudah masuk kategori beresiko tinggi.

"Kalau meninggalnya kapan kami belum tahu, hanya saja dari pihak keluarga menyampaikan bahwa meninggal karena sakit. Jatah kursi pemberangkatan belum bisa diganti karena waktu sudah mepet, nanti menunggu dari ahli waris dulu bagaimana," kata dia.

Lebih lanjut disampaikan, untuk calon haji tahun ini yang paling muda yakni berusia 22 tahun atas nama Alifah Nur Istiqomah asal Kecamatan Jogonalan. Sedangkan calon haji tertua berusia 90 tahun atas nama Semi Pawiro Tinoyo asal Kecamatan Cawas. Seluruh jamaah akan dikawal oleh petugas medis sebanyak 12 orang.

"Lima petugas medis berasal dari program nasional dan tujuh petugas medis lainnya dari kabupaten. Kita tetap akan mengawal jamaah yang masuk kategori beresiko tinggi masalah kesehatan karena sudah manula," jelasnya.

Terkait kodisi cuaca, pihaknya mengaku untuk tahun ini tingkat kepanasan di tanah suci diprediksi cukup tinggi. Sehingga ia meminta kepada seluruh jamaah calon haji untuk memperhatikan kondisi kesehatan, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit. Meski ada petugas medis, mereka tetap diminta membawa obat-obatan. Rencananya para jemaah calon haji asal Klaten ini akan berangkat melalui embarkasi Donohudan Boyolali Surakarta.(yup/red)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...