214 Tahun. Menuju Klaten Yang Maju Mandiri Dan Berdaya Saing.

Upacara HUT 214 tahun Kota Klaten di alon-alon 
KLATEN MATTANEWS.COMSabtu 28 Juli 2018, adalah moment bersejarah bagi warga Klaten Jawa Tengah. Karena tepat pada tanggal tersebut Kabupaten berpenduduk sekitar 1,4 juta jiwa ini genap berusia 214 tahun. Sebuah umur yang tidak muda bagi berdirirnya sebuah kota Kabupaten.Tepat tangga itu pula serangkaian kegiatan dilakukan Pemda Klaten guna memperingati hari kelahirannya. Upacara Bendera dengan pakaian kejawen digelar di alun-alun Klaten Sabtu (28/7) dipimpin langsung Bupati Klaten Hj Sri Mulyani.

Usai upacara kegiatan diteruskan dengan acara nyekar ke makam Eyang Melati yanag ada di dukuh Skalekan, Klaten kota, dimana konon tokoh ini disebut-sebut sebagai pendiri kota Klaten ratusan tahun silam. Usai nyekar rombongan orang nomor satu Klaten menuju ke makam Kajoran untuk nyekar, dimana mantan Bupati pertama di semayamkan. Selanjutnya rombongan menuju taman makam pahlawan Ratna Bantala untuk kegiatan yang sama.    

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani dalam press relissnya menjelaskan sudah banyak yang diraih, namun juga masih perlu terus berjuang dengan kerja keras untuk mengatasi kemiskinan dan mendukung program Klaten sebagai Kota Bunga Sejuta Warna dalam upaya meraih Piala Adipura, sebagai simbol keberhasilan kebersihan dan keindahan kota.. 

Untuk itu dirinya meminta agar semua Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan semua jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama seluruh komponen masyarakat terus bekerja bersama untuk mewujudkan visi Kabupaten Klaten yang maju mandiri dan berdaya saing. Pemkab Klaten terus bekerja untuk mengatasi desa merah (desa miskin) sehingga jumlah desa merah terus berkurang. 

Tamanisasi di Kp GRIYA ASRI RW 012 Kel Buntalan Klaten
Dijelaskan lebih lanjut saat ini desa merah di Klaten terus berkurang. Jika dulu ditahun 2017  jumlah desa merah di Klaten  masih ada 101 desa merah dan pada hari jadi ke-214 Kabupaten Klaten ini jumlah desa merah tinggal 88 desa merah.  Sehingga dalam kurun waktu 9 bulan terjadi penurunan yang cukup signifikan. 

Maka untuk terus menekan angka kemiskinan Bupati Klaten Hj Sri Mulyani mengajak semua  OPD yang ada untuk terus melakukan lintas koordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat. Selain itu pemberdayaan masyarakat agar mampu menjadi warga yang mandiri terus dipacu, misalnya dengan melakukan pelatihan berwira usaha seperti membuat dawet, membuat bakso, membuat tahu bakso, menjahit, sablon, berjualan hik dan aneka pelatihan lainnya, dibawah koordinasi Disperindagkop dan UMKM.

Disektor lain Bupati Klaten Hj Sri Mulyani, juga meminta agar Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperwaskim) Klaten juga memprogramkan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang didukung dari Pemprov Jateng dan Pemerintah Pusat. Diharapkan kepada semua perusahaan di Klaten, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dapat diarahkan untuk melakukan pembangunan RTLH.

Dalam hal penanganan desa merah, Bupati Klaten berharap pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan memanfaatkan potensi desa, mampu menyerap tenaga kerja lokal demi kesejahateraan warganya.

Terkait harapan untuk meraih piala Adipura, Bupati mengharapkan kepada seluruh OPD, ASN dan masyarakat dapat mendukung program menjadikan Klaten sebagai Kota Bunga Sejuta Warna. Termasuk pemerintah Desa/Kelurahan yang selama ini sebagai ujung tombak pembangunan di desa juga mendukung program Kota Bunga Sejuta Warna dengan tamanisasi.(mas/get) 


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...